Rabu, 13 Agustus 2014

MESIN FRAIS HORIJONTAL

MESIN FRAIS


       Dalam tentang konstruksi mesin Frais , prinsip kerja mesin frais dan pengoperasian mesin frais Konstruksi mesin Frais, prinsip kerja mesin frais, pengoperasian mesin frais,
7.1 Konstruksi Mesin Frais                  

Proses milling atau frais adalah proses penyayatan pada permukaan benda kerja dengan menggunakan cutter (penyayat) yang mempunyai banyak sisi potong. Pengerjaan milling atau frais dikerjakan dengan mesin frais, mesin ini dapat digunakan untuk pengerjaan bidang-bidang rata, alur, lubang-lubang pasak, alur ekor burung, pembuatan roda gigi dan lain-lain. Bentuk dan ukuran dari produk yang dihasilkan merupakan dasar dari konstruksi beberapa jenis mesin frais Macam mesin frais diantaranya adalah mesin frais horizontal, mesin frais vertikal, danmesin frais universal

Mesin frais Horizontal (Gambar 7.1.1) adalah mesin frais yang mempunyai ciri yaitu poros utama yang horizontal, yang mempunyai bantalan pada sebuah konstruksi rangka. Meja mesin dapat diatur posisinya memanjang dan melintang karena poros utama tidak dapat disetel posisinya. Bagian utama mesin jenis ini poros arbor yang terpasang horizontal pada lengan dan merupakan dudukan pisau frais Add caption.

Add caption
Perbedaan antara mesin frais vertikal dengan mesin frais horizontal adalah terletak pada poros utama yang dapat disetel secara aksial, sehingga poros mesin frais ini dapat diserongkan menyesuaikan pengerjaan yang diperlukan untuk benda kerja. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.1.2. Jenis lainnya adalah mesin frais universal yang memiliki bagian lebih kompleks sehingga dapat diubah-ubah fungsinya, diantaranya adalah untuk frais muka, frais datar, frais spiral, pembuatan roda gigi, pengeboran dan reaming, boring, pembuatan alur dan lain lain. Sifat pokok dari mesin ini adalah meja mesin yang dapat diputar kekanan dan kekiri sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
7.2 Prinsip kerja mesin frais Prinsip kerja mesin frais adalah menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama untuk memutar pisau frais. Motor listrik terpasang pada bagian belakang mesin di hubungkan dengan spindle pisau frais melalui susunan roda gigi pada gearbox. Ada beberapa susunan roda gigi yang digunakan untuk mengatur kecepatan putaran pisau frais. Putaran motor penggerak pada mesin frais juga diteruskan oleh susunan roda gigi yang selanjutnya memutar poros berulir yang digunakan untuk untuk gerakan manual sehingga meja secara otomatis dapat bergerak ke arah melintang.
       Pemilihan pisau frais disesuaikan dengan profil pengerjaan yang akan dilakukan. Pisau frais yang sudah tumpul akan menghasilkan ukuran yang tidak teliti pada saat pemakanan benda kerja dan hasil penyayatannya cenderung kasar. Untuk pisau frais yang tumpul dapat diasah lagi. Pengaturan kecepatan yang tidak sesuai dan pemakanan terlalu dalam juga mengakibatkan pisau frais cepat arus
Pengecekan ketegak lurusan dari ragum penjepit benda kerja perlu dilakukan karena menentukan hasil pemakanan dari pisau frais .Selain dari kesalahan pemasangan, hasil pemakanan yang miring juga disebabkan karena posisi ragum yang tidak benar.Putaran dari pisau frais tidak boleh oleng lebih dari 0.05 mm. Untuk pengecekan ini digunakan dial indicator yang disentuhkan ke pisau . Kemudian spindle dari pisau frais diputar secara berlahan-lahan dengan tangan berlawanan dengan putaran potong .Penyetelan posisi pisau frais horizontal harus diusahakan sedekat mungkin jaraknya denqan kepala spindle dan jarak antara dudukan arbor dengan kepala spindle yang pendek agar poros tidak bengkok saat pemakanan. Untuk mengatur posisi pisau frais ini dengan memindahkan ring pada poros arbor.
Jumlah putaran yang digunakan pada pisau frais tergantung dari kecepatan potong dan diameter mata pisau. Kecepatan potong pisau adalah jarak yang ditempuh oleh salah satu gigi dalam meter/menit.. Jika kecepatan potong yang dipakai terlalu tinggi maka pisau frais akan cepat tumpul, sedangkan jika kecepatan terlalu rendah maka kemampuan potongnya rendah. Rumus untuk menentukan putaran yang dipakai adalah : Untuk menyetel putaran pisau yang akan digunakan, dilakukan dengan memindahkan tuas pengatur puatan. Pemindahan tuas ini tidak boleh dilakukan pada saat mesin dihidupkan karena dapat merusak roda-gigi pada gearbox.
Pengoperasian mesin frais diawali dengan memasang benda kerja pada ragum atau penjepit benda kerja lainya. Proses pemasangan benda kerja ini dapat dilakukan dengan memukul perlahan benda dengan palu plastik dengan mengencangkan ragum agar benda kerja terpasang dengan baik dan rata atau sejajar .Setelah benda kerja terpasang dengan benar, langkah selanjutnya adalah menggeser posisi benda dibawah pisau cutter untuk mencari titik nol atau mengatur kedalaman pemakanan dari pisau frais. Proses pengaturan posisi benda kerja dengan menggeser meja ke arah memanjang atau melintang. Putaran spindle frais disesuaikan dengan bahan dari benda kerja dan diameter pisau frais.Pada gambar 7.3.3.5, proses penyettingan pisau frais dilakukan dengan menyentuhkan ke benda kerja dengan menaikan meja kerja atau menurunkan pisau dengan posisi mesin dihidupkan. Ini dilakukan untuk menentukan titik nol pemakanan. Untuk mempermudah dapat menggunakan kertas yang dibasahi dan diletakkan pada benda kerja tepat dibawah pisau, kemudian pisau disentuhkan.Setelah penyetingan pahat, mesin dimatikan kembali dan benda kerja digeser ke arah memanjang atau melintang sampai pisau bebas dari benda kerja. Langkah selanjutnya adalah mengatur kedalaman pemakanan dengan menaikkan meja mesin. Selanjutnya mesin dapat dihidupkan dengan menekan tombol On dan proses pemakanan dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi pada meja kerja maka meja mesin harus selalu terjaga kebersihannya, setelah digunakan permukaan dari meja kerja harus dibersihkan dari debu maupun beram dari pengerjaan benda kerja dengan menggunakan kuas dan dilumasi dengan oli .Alur-alur pada meja mesin yang berfungsi dudukan baut penjepit harus bersih dari debu maupun uap air agar tidak terkena korosi. Proses pembersihan ini dilakukan dengan menggunakan kuas kemudian dilumasi dengan oli untuk melindungi dari debu dari uap air penyebab korosi pada alur meja untuk gerakan ke samping juga perlu dibersihkan dari debu maupun beram secara berkala dan dilumasi untuk mencegah korosi dan me ja dapat bergerak kesamping dengan lancar.kemudian pada alur meja yang digunakan sebagai jalur gerakan maju mundur dari meja mesin juga harus terjaga kebersihan agar pergeseran meja ke arah maju mundur dapat lancar. Untuk membersihkannya dengan menggunakan kuas dan dilumasi untuk mencegah terjadinya korosi akibat debu dan uap ai.
Pada poros handle pemutar yang penggerakan  meja maju mundur terdapat nipel yang menandakan harus diberi pelumasan secara berkala agar putaran dari handle tetap lancar dan untuk mencegah korosi pada poros handelnya  Pada mesin frais horizontal poros arbor maupun ring arbor harus dijaga kebersihannya dan perlu dilakukan pelumasan agar permukaan poros tetap halus sehingga dapat berputar dengan baik, ring arbor mudah dilepas dan terhindar dari karat poros spindle arbor pada mesin frais vertikal adalah bagian yang bergesekan karena gerakan naik turun dari spindel dan putaran pisau. Pelumasan dan pembersihan kotoran pada poros spindle perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi pada permukaan spindle sehingga dapat digerakan dengan lancar.
Pada peyangga meja mesin frais erdapat ulir berfungsi dmeja mesin naik turun. Pemberian pelumas pada ulir penopang meja mesin untuk gerakan naik turun perlu dilakukan agar proses naik turun meja mudah dan ringan juga untuk mencegah adanya korosi .untuk mesin frais horizontal, pada dudukan poros arbor terdapat oli pelumas yang berfungsi melumasi komponen akibat putaran dari poros arbor. Pengecekan oli pelumas pada dudukan poros arbor dapat dilakukan dengan melihat indicator level oli.Selain melakukan pelumasan dan menjaga kebersihan dari mesin, preventive maintenance pada mesin frais juga meliputi pengecekan baut-baut yang longgar. Mur dan baut pada mesin ini yang rawan longgar adalah baut pengikat pada penjepit atau ragum dan baut pengikat pisau mesin maupun mur pengikat ring pada poros arbor.Penyediaan suku cadang yang harus disiapkan untuk mesin frais ini diantaranya adalah pisau frais dan belt motor, karena bagian ini merupakan komponen yang rawan terhadap kerusakan. Penyediaan suku cadang ini dimaksudkan agar jika terjadi kerusakan pada komponen tersebut dapat segera ditangani sehingga proses produksi tidak terhambat.Kerusakan - kerusakan pada mata pisau frais sering tejadi karena salah dalam penggunaan. Kesalahan tersebut dapat disebabkan penggunaan putaran mesin yang tidak sesuai dengan diameter pisau dan jenis benda kerja, proses pemakanan dari benda kerja yang terlalu tebal, atau terlalu cepat dalam pemakanan. Pisau frais yang aus dapat diasah dengan menggunakan gerinda asah khusus.Kerusakan pada ragum biasanya terjadi akibat dari penggunaan palu besi dalam penyettingan benda kerja. Hal tersebut mengakibatkan ragum menjadi longgar (kocak) dan cacat. Untuk mencegah hal tersebut maka pada penyetingan benda kerja mengguna kan palu kayu atau palu plastik.Prosedur untuk melepas mata pisau frais horizontal adalah terlebih dahulu melepas dudukan arbor pisau dengan mengendorkan baut pengikatnya. Setelah itu dudukan arbor ditarik dengan hati-hati karena ada olinya jangan sampai tumpah. Setelah itu mur pengunci ring arbor dilepas dan ring beserta pisau frais dapat ditarik keluar. Prosedur pemasangannya adalah dengan memasang pasak pada alur pasak di poros arbor, kemudian memasukkan pisau frais ke poros yang terpasang pasak. Untuk mengatur posisi mata pisau dapat dilakukan dengan menambah atau mengurang ring arbor. Kemudian memasang kembali dudukan arbor pada alur lengan dan poros arbor masuk ke dudukan abor, kemudian baut pengikat dudukan dikencangkan. Mur pengunci pisau dikeraskan pada saat dudukan arbor sudah terpasang dan jarak antara pisau dengan penyangga serta kepala spindle harus tetap pendek untuk mencegah poros menjadi bengkok.Prosedur melepas pisau frais vertikal diantaranya dengan cara mengendorkan mur pengikat diatas kepala spindel kemudian memukul perlahan baut diatas kepala spindel hingga arbor beserta pisau terlepas. Saat dipukul, pisau frais harus ditahan agar tidak lepas secara tiba-tiba.Ragum penjepit benda kerja mesin frais dipasang pada meja kerja menggunakan 2 buah baut pengikat disamping ragum .Untuk melepas ragum, mur pengikat dilepas dan ditarik dari alur meja, kemudian ragum diangkat dengan hati-hati karena berat. Untuk memasangnya kembali dengan meletakan ragum pada meja mesin dengan hati-hati, kemudian baut T dimasukan dalam alur meja mesin dan dimasukan dalam celah baut pada ragum, kemudian mur pengikat dikencangka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar