A. Latar Belakang dan Permasalahan
Sepeda motor memiliki sejarah yang sangat panjang di Indonesia, sudah hadir sejak negara ini masih berada di bawah penjajahan Belanda dan masih bernama Hindia Belanda. Sepeda motor hadir di Indonesia sejak tahun 1893, dan orang pertama yang memiliki sepeda motor adalah John C. Potter, masinis pertama di pabrik gula Oemboel Probolinggo, Jawa Timur.
1. John C. Potter memesan sendiri sepeda motor itu ke pabriknya, Hildebrand und Wolfmüller, di Muenchen, Jerman. Sepeda motor rakitan Hildebrand und Wolfmüller belum menggunakan rantai, roda belakang digerakkan secara langsung oleh kruk as (crankshaft), sepeda motor ini belum menggunakan persneling, magnet, aki (accu), koil, dan kabel listrik.
2. Sepeda motor adalah kendaraan roda dua yang paling digemari masyarakat Indonesia. Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), jumlah sepeda motor yang ada di Indonesia hingga tahun 2005 adalah sebanyak 35 juta unit. Pada tahun 2005 angka penjualan sepeda motor mencapai 4,6 juta unit, sedangkan pada tahun 2004 penjualan mencapai 3.900.664 unit, sementara pada tahun 2003 penjualan sepeda motor mencapai 2.823.702 unit. Data ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan sepeda motor, setiap tahun naik rata-rata 38,14 persen.
3. Indonesia tercatat sebagai pangsa sepeda motor terbesar ke tiga setelah China dan India. Rata-rata pertambahan sepeda motor di China per tahun adalah sekitar 12 juta unit, India sebesar 6.5 juta unit, dan Indonesia 5 juta unit.
Salah satu faktor utama pendorong sektor otomotif sepeda motor adalah kemudahan untuk memperoleh sepeda motor, dengan uang muka Rp 500.000,00 masyarakat dapat memperoleh sepeda motor baru melalui kredit. Tumbuhnya lembaga-lembaga keuangan nonbank yang menawarkan kredit kepemilikan sepeda membantu perkembangnan industri otomotif sepeda motor. Mereka berlomba menawarkan kredit dengan suku bunga yang semakin murah.
4. Balap motor adalah olahraga otomotif yang menggunakan sepeda motor. Balap motor road race merupakan olahraga otomotif yang cukup popular di IndonesiaIkatan Motor Indonesia merupakan satu-satunya organisasi olahraga kendaraan bermotor yang telah diakui oleh Federation International del’Automobile (FIA), Federation International of Motorcycle (FIM) dan Commission du Karting (CIK) (induk Organisasi Olahraga Kendaraan Bermotor Dunia) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia KONI (induk Organisasi Olahraga Indonesia), yang berhak dan berwenang untuk mengawasi dan memimpin seluruh kegiatan perlombaan-perlombaan kendaraan bermotor di Indonesia.
5. Suatu perlombaan yang bersifat nasional dapat diselenggarakan baik oleh IMI atau IMI daerah, maupun klub yang mendapat wewenang atau izin dari IMI. Para pesertanya dapat terdiri atas peserta dalam dan luar negeri, tergantung pada sifatnya, yang memiliki Kartu Izin Start (KIS) Internasional atau Kartu Izin Start IMI daerah serta dapat memakai peraturan internasional atau peraturan nasional. Peraturan perlombaan dibuat oleh masing-masing komisi untuk tiap-tiap olahraga kendaraan bermotor, berdasarkan peraturan internasional yang dikeluarkan oleh FIA, FIM atau CIK, yang disesuaikan dengan keadaan Indonesia, dan ditetapkan oleh IMI. Peraturan perlombaan ini merupakan peraturan yang bersifat nasional dan harus digunakan dalam tiap perlombaan di Indonesia
6. Tenaga mekanik sepeda motor merupakan bagian dari masyarakat yang terus berkembang dan mengikuti perkembangan teknologi. Kehidupan tenaga mekanik sepeda motor ini sangat menarik untuk diteliti, karena selalu berkembang mengikuti perubahan perkembangan balap sepeda motor. Keberhasilan seorang pembalap tidak pernah terlepas dari dukungan tim mekanik. Dari sinilah penulis mengangkat penelitian dengan judul “Pelaksanaan Kejuaraan Nasional Road Race Kelas Bebek 110 cc 2 Langkah Tune Up dan Pengaruhnya Terhadap Penghasilan Tenaga Mekanik Sepeda Motor di Kota Semarang Tahun 2001-2005”.
Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini mengemukakan beberapa pertanyaan sebagai berikut.
Bagaimanakah pelaksanaan kejuaraan nasional road race kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up antara tahun 2001-2005?
Mengapa Kota Semarang tidak bisa menghasilkan pembalap yang menjuarai kejuaraan nasional road race di Indonesia atau memiliki pembalap road race berprestasi di tingkat nasional pada tahun 2001-2005?
Bagaimanakah pengaruh pelaksanaan kejuaraan nasional road race kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up terhadap penghasilan tenaga mekanik sepeda motor di Kota Semarang pada tahun 2001-2005?B. Ruang Lingkup Dalam penelitian sejarah, ruang lingkup sangat diperlukan mengingat luasnya masalah dalam kehidupan masyarakat. Setiap peneliti sejarah senantiasa dituntut untuk menentukan lingkup waktu dan tempat yang diteliti agar diperoleh suatu kejelasan yang utuh dan mendalam.
Penulisan skripsi yang berjudul “Perkembangan Kejuaraan Nasional Road Race Kelas Bebek 110 cc 2 Langkah Tune Up dan Pengaruhnya Terhadap Penghasilan Tenaga Mekanik Sepeda Motor Kota Semarang Tahun 2001-2005” ini dibatasi menjadi tiga ruang lingkup yaitu:
a.Lingkup geografis (spasial)
b.Lingkup waktu (temporal)
c.Lingkup keilmuan.
Ruang lingkup spasial adalah batasan wilayah tempat penelitian dilaksanakan atau difokuskan. Ruang lingkup spasial dalam penelitian ini dibatasi pada Kota Semarang. Alasan pengambilan wilayah itu adalah bahwa Kota Semarang merupakan daerah yang mengalami perkembangan kejuaraan nasional road race kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up yang signifikan, baik perkembangan teknologi road race, mekanik, maupun tim road race. Selain itu Kota Semarang juga memiliki Sirkuit Tawang Mas yang menjadi faktor pendukung perkembangan road race. Dari semua faktor pendukung tersebut, mengapa Kota Semarang tidak bisa menghasilkan pembalap yang menjuarai kejuaraan nasional road race di Indonesia atau memiliki pembalap road race berprestasi di tingkat nasional pada tahun 2001-2005.
Lingkup temporal atau pembatasan waktu penelitian ini adalah tahun 2001 sampai dengan tahun 2005. Pembahasan dimulai tahun 2001 dengan pertimbangan bahwa pada permulaan tahun tersebut, mulai dilaksanakan Kejuaraan Nasional Road Race Kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up dengan sistem region.
7. Tahun 2005 diambil sebagai batasan akhir penelitian karena tahun ini merupakan tahun terakhir pelaksanaan Kejuaraan Nasional Road Race Kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up
8. Lingkup keilmuan penulisan ini adalah sejarah sosial ekonomi yang bersifat lokal, karena membahas permasalahan tentang pengaruh pelaksanaan kejuaraan nasional road race terhadap penghasilan tenaga mekanik sepeda motor di Kota Semarang.
9. Sejarah sosial ekonomi menguraikan gejala-gejala yang terjadi di sekitar permasalahan sosial ekonomi masa lalu.8
B. Tinjauan Pustaka
Sebagai acuan untuk menganalisis permasalahan, digunakan buku karya Edward K. Morolok, yang berjudul Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi.
10 Buku ini membahas masalah transportasi mulai dari perencanaan, mendesain, dan mengoperasikan suatu sistem transportasi. Pembahasannya ditekankan pada prinsip-prinsip dan metode yang dapat diterapkan untuk semua jenis transportasi, baik transportasi penumpang maupun barang yang disertai dengan ramalan terhadap lingkungan alamiah dan sosial ekonomi. Acuan sejarah yang diambil didasarkan pada hubungan antara sistem transportasi dan lingkungan yang harus dilayani. Selain itu juga dibahas prinsip-prinsip organisasi transportasi, baik milik pemerintah maupun swasta. Dalam bagian lain juga dibahas pentingnya transportasi dalam masyarakat modern dan pengaruh-pengaruh potensial perubahan sistem transportasi terhadap kegiatan manusia dan struktur sosial.
11. Buku ini memberikan data-data mengenai pengaruh yang ditimbulkan alat transportasi terhadap lingkungan, kehidupan sosial dan ekonomi. Buku ini digunakan untuk menganalisis pengaruh kendaraan bermotor atau alat transportasi terutama sepeda motor terhadap kehidupan sosial ekonomi mekanik sepeda motor di Kota Semarang.
Pustaka ke dua merupakan hasil karya dari N. Daldjoeni yang berjudul Seluk Beluk Masyarakat Kota.
12. Buku ini terdiri atas dua bagian besar yaitu, bagian pertama menjelaskan tentang sosiologi kota dan bagian kedua menjelaskan ekologi sosial.
Kelebihan buku ini terletak pada pembagian pembahasan menjadi dua bagian yaitu bagian yang menjelaskan tentang interaksi masyarakat perkotaan sedangkan bagian lainnya menjelaskan tentang hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitar. Dengan pembagian tersebut, penulis mengetahui hal-hal yang terjadi dalam suatu masyarakat dan hubungan timbal balik antara masyarakat dengan kondisi sekitarnya, serta masalah yang terjadi di kota dan penyelesaiannya.
Buku ini sangat bermanfaat karena dapat memberikan gambaran mengenai interaksi sosial dan problem yang dihadapi masyarakat perkotaan, seperti juga yang terjadi pada masyarakat di Kota Semarang.
Pustaka lainnya yang relevan dengan penelitian ini adalah Kajian Dampak Pertumbuhan dan Perkembangan Kota Semarang Terhadap Wilayah Pinggirannya (Studi Kasus Kecamatan Mranggen, Kecamatan Ungaran dan Kecamatan Kaliwungu).
13. Pustaka ini merupakan skripsi fakultas ekonomi Universitas Diponegoro yang ditulis oleh Dominica. Dalam buku ini dibahas pertumbuhan dan perkembangan Kota Semarang dan pengaruhnya terhadap wilayah Kecamatan Mranggen, Kecamatan Ungaran dan Kecamatan Kaliwungu. Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, industri dan perdagangan mempengaruhi kehidupan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Perubahan pola kehidupan tersebut tampak dalam lapangan pekerjaan. Pertumbuhan industri telah membuka lapangan kerja yang bervariasi. Studi ini memberikan gambaran secara jelas tentang pertumbuhan dan perkembangan Kota Semarang yang dilengkapi dengan data-data statistik dan penggunaan bahasa yang mudah dimengerti serta sistematis. Laporan hasil penelitian ini sangat memberikan manfaat karena memudahkan penulis untuk memahami pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi di Kota Semarang dengan berbagai permasalahannya.
14. Pustaka lainnya adalah Peraturan Balap Motor yang dikeluarkan oleh Ikatan Motor Indonesia.
Pustaka ini berisi Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Naional meliputi: peraturan dasar tentang medik, peraturan dasar tentang disiplin dan peradilan, peraturan umum balap sepeda motor, peraturan perlombaan balap sepeda motor dan peraturan tentang teknik balap sepeda motor.
Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Nasional (selanjutnya disebut Peraturan Dasar Olahraga), adalah sekumpulan peraturan yang ditetapkan oleh PP. IMI, untuk mengatur segala kegiatan olahraga sepeda motor nasional di Indonesia
15. Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Nasional ini merupakan acuan dan landasan kegiatan olahraga balap sepeda motor yang dilakukan di seluruh Indonesia. Kejuaraan Nasional Road Race kelas bebek 2 langkah 110 cc tune up juga berlandaskan pada Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Nasional yang dikeluarkan oleh PP. IMI. Keolahragaan Nasional juga diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 yang berisi Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 89 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.
16. Buku ini sangat berguna, untuk memahami dan menjelaskan peraturan-peraturan dan pelaksanaan kegiatan olahraga sepeda motor nasional di Indonesia.
Pustaka lainnya yang mendukung penelitian ini adalah Komparasi Sistem Pengapian Elektronik (CDI) Tipe AC dan DC Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Daya Sepeda Motor Honda Astrea Grand.
17. Pustaka ini merupakan skripsi fakultas teknik jurusan pendidikan teknik mesin Universitas Negeri Semarang yang ditulis oleh Andi Prasetyo. Karya ini membahas dasar-dasar mesin, prinsip kerja konstruksi dasar mesin dan cara kerja sistem pengapian elektronik tipe AC dan DC serta komponen-komponen yang menunjang kerja sistem pengapian. Dalam pustaka ini juga dibahas pengujian-pengujian yang dilakukan di: Laboraturium Uji Performa, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu dengan merangkum fenomena-fenomena terukur yang telah dilakukan
18. Pustaka ini digunakan untuk memahami dan menjelaskan perkembangan Kejuaraan Nasional Road Race kelas bebek 2 langkah 110 cc tune up tahun 2001-2005, yang juga disertai dengan perkembangan teknologi mesin balap sepeda motor yang terus berubah.
Pustaka terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kaji Eksperimental Pengaruh Jumlah Reaktor Pengapian (ignition) Terhadap Reduksi Gas Buang CO Pada Sepeda Motor 2 Tak.
19. Pustaka ini merupakan skripsi fakultas teknik jurusan teknik mesin Universitas Diponegoro yang ditulis oleh Teguh Prihanto. Karya ini membahas cara kerja mesin 2 tak, konsep pembakaran, bahan bakar bensin dan jenis pembakaran.
Dalam bagian lain juga dijelaskan tentang reaksi pembakaran, yaitu reaksi kimia antara bahan bakar dan oksigen yang diperoleh dari udara yang menghasilkan panas dan berlangsung sangat cepat. Reaksi tersebut akan menghasilkan produk hasil pembakaran yang komposisinya tergantung pada kualitas yang terjadi. Pada motor otto, campuran bahan bakar tersebut dinyalakan dalam silinder oleh percikan api listrik dari busi pada akhir langkah kompresi.
20. Buku ini bermanfaat untuk dikaji karena memberikan data-data mengenai mesin 2 tak yang disertai dengan uji performa terhadap reaksi pembakaran pada mesin 2 tak. Buku ini digunakan untuk menganalisis perkembangan teknologi mesin pada Kejuaraan Nasional Road Race kelas bebek 2 langkah 110 cc tune up.
C. Kerangka Teoretis dan Pendekatan
Guna memepertajam analisis terhadap permasalahan ini digunakan pendekatan ilmu sosial yaitu ilmu Sosiologi dan Ekonomi. Dari Sosiologi dipinjam konsep perkembangan yaitu suatu proses perubahan yang berjalan secara terus menerus dan terdorong oleh kekuatan dari dalam dan dari luar ke arah yang lebih baik.
21. G. Kartasapoetra mengidentikkan perkembangan dengan istilah pembangunan yaitu urutan dari berbagai perubahan yang sistematis.
22. Perkembangan menerangkan pertumbuhan dalam arti perubahan dan selanjutnya menerangkan perubahan dalam arti pertumbuhan. Perkembangan sering membawa perubahan-perubahan, demikian pula perubahan mengakibatkan perkembangan. Perkembangan dalam pengertian ini diartikan sebagai perihal bertambah besar, menjadi luas, dan maju atau mengalami kemajuan.
23. Perkembangan juga terjadi dalam Kejuaraan Nasional Road Race kelas bebek 2 langkah 110 cc tune up, yaitu suatu perlombaan yang bersifat nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) atau IMI daerah. Pesertanya adalah pembalap dari seluruh Indonesia yang telah memiliki Kartu Izin Start (KIS) yang dikeluarkan oleh PP IMI atau Pengda IMI dengan menggunakan sepeda motor bebek (underbone) bermesin 2 tak produksi / rakitan negara Asia, yang telah dimodifikasi / tune up sesuai ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Nasional yang dikeluarkan oleh PP. IMI.
24. Untuk mengkaji pengaruh perkembangan kejuaraan nasional road race kelas bebek 2 langkah 110 cc tune up terhadap kehidupan sosial ekonomi tenaga mekanik sepeda motor setempat diperlukan pemahaman terhadap konsep pengaruh. Pengaruh ialah daya yang timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.
25. Pengaruh kejuaraan nasional road race kelas bebek 2 langkah 110 cc tune up terhadap kehidupan ekonomi tenaga mekanik sepeda motor Kota Semarang dapat dilihat antara lain melalui peningkatan penghasilan dan penyediaan lapangan kerja. Dari berbagai tinjauan dan literatur, pengertian kota juga dapat diuraikan sebagai berikut:
26. Secara administratif, kota adalah suatu “wilayah kewenangan” yang dibatasi oleh batasan administratif atas dasar ketentuan perundangan yang berlaku.
Secara fungsional, kota diartikan sebagai pusat berbagai kegiatan fungsional yang didominasi oleh fungsi jasa, distribusi, dan produksi non pertanian. Ciri utama kota adalah keberadaan pemerintahan, pasar dan jasa pengangkutan.
Secara ekonomi, kota merupakan konsentrasi penduduk yang memiliki kegiatan usaha dengan dominasi sektor non pertanian, seperti industri, perdagangan, pengangkutan, perkantoran dan jasa, yang bersifat heterogen.
Secara budaya, kota merupakan pusat budaya.
Secara geografis, kota merupakan suatu pemusatan penduduk yang kegiatan usahanya akan mengambil lokasi yang memiliki nilai strategis secara ekonomi, sosial, dan fisiografis.
Pengaruh perkembangan kejuaraan nasional road race kelas bebek 2 langkah 110 cc tune up terhadap kehidupan ekonomi mekanik sepeda motor Kota Semarang dapat dilihat pada penyediaan lapangan kerja dan peningkatan penghasilan. Ilmu bantu selanjutnya yang digunakan untuk ini adalah ilmu teknik mesin. Teknik mesin adalah ilmu yang mempelajari suatu alat yang dapat merubah energi air, angin, panas, listrik, atau tenaga atom menjadi energi mekanik (tenaga gerak)
27. Ilmu teknik mesin sangat diperlukan dalam penelitian ini karena permasalahan yang diteliti adalah mengenai perkembangan dunia otomotif, khususnya balap sepeda motor.
D. Metode Penelitian
28. Metode yang digunakan adalah metode sejarah kritis, yang dilakukan melalui empat tahapan, yaitu:
Heuristik, yaitu kegiatan mencari dan mengumpulkan sumber sejarah sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan sejarah dibedakan menjadi dua, yaitu:
Sumber primer yang diperoleh melalui riset pustaka yang meliputi dokumen-dokumen atau arsip-arsip, dan sumber lisan yang diperoleh dari wawancara terhadap orang yang dianggap mengerti tentang permasalahan yang diteliti.
Sumber sekunder merupakan sumber tambahan untuk melengkapi data-data yang tidak diperoleh dari sumber primer, contohnya berita tertulis yang sejaman dan relevan dengan permasalahan yang diteliti, dan berbagai literatur.
Kritik yaitu kegiatan pengujian terhadap sumber sejarah baik berupa kritik ekstern maupun kritik intern. Kritik ekstern bertujuan untuk mengetahui asli atau tidaknya sumber (uji autentitas), sedangkan kritik intern dilakukan untuk menguji kredibilitas suatu sumber apakah kebenaran pernyataan sungguh-sungguh dapat dipercaya.
Interpretasi atau penafsiran terhadap fakta-fakta dengan menetapkan hubungan antara fakta-fakta melalui bantuan imajinasi dan teori.
Historiografi atau penulisan sejarah yang bersifat kronologis, logis, utuh, dan ilmiah.
E. Sistematika Penulisan
Dalam sistematika penulisan disajikan pokok-pokok bahasan sebagai berikut:
Bab I memuat uraian tentang latar belakang dan permasalahan, ruang lingkup baik spasial, temporal maupun keilmuan, tinjauan pustaka, pendekatan yang digunakan, metode penelitian dan penggunaan sumber, serta sistematika penulisan.
Bab II berisi penjelasan tentang awal kejuaraan nasional road race kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up sistem region tahun 2001-2005 yang meliputi latar belakang dibentuk sistem region, pembagian region kejuaraan nasional road race di Indonesia, peraturan kejuaraan nasional road race sistem region, ketidaktahuan dan pendapat pembalap, mekanik serta pengurus kejuaraan nasional road race tentang sistem region.
Bab III memuat pembahasan tentang pelaksanaan kejuaraan nasional road race kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up sistem region tahun 2001-2005 yang meliputi kasus-kasus dalam penyelenggaraan kejuaraan nasional road race di tingkat region tahun 2001-2005, penyelenggaraan final kejuaraan nasional road race di Sirkuit Sentul tahun 2001-2005, teknologi road race tahun 2001-2005, kendala perkembangan road race di Kota Semarang tahun 2001-2005, dan penghapusan kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up dari kejuaraan nasional road race Indonesia.
Dalam Bab IV dibahas mengenai pengaruh pelaksanaan kejuaraan nasional road race kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up terhadap tenaga mekanik sepeda motor di Kota Semarang, yang mencakup pengaruhnya dalam bidang penyediaan lapangan pekerjaan dan peningkatan penghasilan masyarakat khususnya tenaga mekanik sepeda motor di Kota Semarang.
Bab V berisi kesimpulan yang merupakan jawaban dari permasalahan yang dirumuskan dalam BAB I.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Tercetak, Arsip
Anonim, Undang-Undang Republik Indonesia No 3 Tahun 2005 keputusan Presiden Republik Indonesia No 89 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (Jakarta: 2005).
Badan Pusat Statistik, Indikator Ekonomi Kota Semarang Tahun 2002.
Buku dan Artikel
Abdullah, Taufik, Sejarah Lokal di Indonesia (Yogyakarta: UGM Press, 1985).
Anonim, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pustaka, 1996).
Arends, Berenscot, Motor Bensin (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1980)
Boentarto, Cara Pemeriksaan, Penyetelan dan Perawatan Sepeda Motor (Yogyakarta: Andi Offset, 1993).
Daldjoeni, Seluk Beluk Masyarakat Kota: Pusparagam Sosiologi Kota (Bandung: Alumni, 1982).
Dominica, “Kajian Dampak Pertumbuhan dan Perkembangan Kota Semarang Terhadap Wilayah Pinggirannya (Studi Kasus Kecamatan Mranggen, Kecamatan Ungaran dan Kecamatan Kaliwungu)” (Skripsi pada Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang, 2005).
Gottschalk, Louis, Mengerti Sejarah, Dialih Bahasakan oleh Nugrogoho Notosusanto (Jakarta: UI Press, 1975).
Huang, Tomy, “Intelligent Book”, (online),dikunjungi 3 November 2006).
Indonesia, Ikatan Motor, Peraturan Balap Motor (tanpa nama kota terbit dan nama penerbit, 2002).
Kartasapoetra, Kamus Sosiologi dan Kependidikan (Jakarta: Bumi Aksara. 1992).
Koentjaraningrat, Metodologi Penelitian Masyarakat (Jakarta: Gramedia, 1997).
Kuntowijaya, Metodologi Sejarah (Yogyakarta: UGM Press, 2003).
Morolok, Edward, Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1988).
Motor, Yamaha, Yamaha Technical Academy (Indonesia: Yamaha Motor Kencana Indonesia, 2000).
Polak, Major, Sosiologi Suatu Pengantar (Jakarta: Ikhtisar Baru Van Hoeve, 1982).
Prasetyo, Andri, “Komparasi Kinerja Sistem Pengapian Elektronik (CDI) Tipe AC dan DC Terhadap
Konsumsi Bahan Bakar dan Daya Sepeda Motor Honda Astrea Grand” (Skripsi pada Fakultas Teknik Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang, 2007).
Prihanto, Teguh, “Kaji Eksperimental Pengaruh Jumlah Reaktor Pengapian (ignition) Terhadap Reduksi Gas Buang CO Pada Sepeda Motor 2 Tak” (Skripsi pada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro Semarang, 2005).
Taneka, Soeleman, Struktur dan Proses Sosial (Jakarta: Rajawali, 1986).
Winardi, Pengantar Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi, (Bandung: Alumni, 1982).
Yusuf, Edy dan Mulyo Hendarto, Perkembangan Potensi Kecamatan Perbatasan sebagai Daerah Penyangga Perkotaan (Semarang: Lembaga Penelitian Universitas Diponegoro, 1994).
Surat Kabar dan Majalah
Motor Plus, edisi Sabtu 8 Oktober 2000.
Motor Plus, edisi Sabtu 12 Oktober 2000.
Motor Plus, edisi Sabtu 22 November 2000.
Motor Plus, edisi Sabtu 16 Desember 2000.
Motor Plus, edisi Sabtu 30 Desember 2000
Motor Plus, edisi Sabtu 27 Januari 2001.
Motor Plus, edisi Sabtu 6 Januari 2005
Motor Plus, edisi Sabtu 26 November 2005.
Motor Plus, edisi Sabtu 17 Desember 2005.
1. James Luhulima., “Sejarah Sepeda Motor di Indonesia”, secara (online), dikunjungi 11 Februari 2009).
2. Crankshaft adalah bagian mesin yang berfungsi sebagai poros penerus daya hasil pembakaran dalam ruang silinder. Magnet berfungsi membangkitkan tenaga listrik dari kumparan kabel tembaga untuk disalurkan menuju accu. Accu merupakan alat penyimpan cadangan listrik. Koil pada sepeda motor berfungsi untuk memperbesar arus listrik.
3. Djoko Susilo., “Tantangan dan Dilema Penggunaan Sepeda Motor Sebagai Alat Transportasi”, (online), dikunjungi 2 Februari 2009).
4. Road race (balap jalanan) adalah olahraga otomotif yang dilombakan di jalan beraspal.
5. Ikatan Motor Indonesia, Peraturan Balap Motor, (tanpa nama kota terbit dan nama penerbit, 2006), hlm. 6. Ibid., hlm. 9.
7. Motor Plus, 16 Desember 2000.
8. Motor Plus, 26 November 2005.
9. Winardi, Pengantar Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi, (Bandung: Alumni, 1982) hlm. 51.
10. Edward K. Morolok, Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1988), hlm 163.
11. Ibid., hlm. 166.
12. N. Daldjoeni, Seluk Beluk Masyarakat Kota: Pusparagam Sosiologi Kota (Bandung: Alumni, 1982).
13. Dominica, “Kajian Dampak Pertumbuhan dan Perkembangan Kota Semarang Terhadap Wilayah
Pinggirannya (Studi Kasus Kecamatan Mranggen, Kecamatan Ungaran dan Kecamatan Kaliwungu)” (Skripsi pada Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang, 2005), hlm. 5.
14. Ikatan Motor Indonesia, op. cit., hlm. 5.
15. Ibid., hlm. 7.
16. Anonim, Undang-Undang Republik Indonesia No 3 Tahun 2005 keputusan Presiden Republik Indonesia No 89 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (Jakarta: 2005).
17. Andri Prasetyo, “Komparasi Kinerja Sistem Pengapian Elektronik (CDI) Tipe AC dan DC Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Daya Sepeda Motor Honda Astrea Grand” (Skripsi pada Fakultas Teknik Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang, 2007), hlm. 2.
18. Ibid., hlm. 25.
19. Teguh Prihanto, “Kaji Eksperimental Pengaruh Jumlah Reaktor Pengapian (ignition) Terhadap Reduksi Gas Buang CO Pada Sepeda Motor 2 Tak” (Skripsi pada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro Semarang, 2005), hlm. 5.
20. Berenscot Arends, Motor Bensin (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1980), hlm. 98.
21. Major Polak, Sosiologi Suatu Pengantar (Jakarta: Ikhtisar Baru Van Hoeve, 1982), hlm. 405.
22. G. Kartasapotra, op. cit., hlm. 78.
23. Ibid., hlm. 77.
24. Ikatan Motor Indonesia, passim. Sepeda motor bebek (underbone) adalah jenis sepeda motor yang sasisnya menggunakan konstruksi rangka bawah.
25. Anonim, Kamus Besar bahasa Indonesia (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pustaka, 1996), hlm. 207.
26. Eddy Yusuf dan Mulyo Hendarto, Perkembangan Potensi Kecamatan Perbatasan sebagai Daerah Penyangga Perkotaan (Semarang: Lembaga Penelitian Universitas Diponegoro, 1994) , hlm. 15.
27. Yamaha Motor, Yamaha Technical Academy, (Indonesia: Yamaha Motor Kencana Indonesia, 2000), hlm. 12.
28. Louis Gottschalk, Mengerti Sejarah, Dialih Bahasakan oleh Nugroho Notosusanto (Jakarta: UI Press, 1975), hlm. 15.