Rabu, 13 Agustus 2014

MESIN FRAIS HORIJONTAL

MESIN FRAIS


       Dalam tentang konstruksi mesin Frais , prinsip kerja mesin frais dan pengoperasian mesin frais Konstruksi mesin Frais, prinsip kerja mesin frais, pengoperasian mesin frais,
7.1 Konstruksi Mesin Frais                  

Proses milling atau frais adalah proses penyayatan pada permukaan benda kerja dengan menggunakan cutter (penyayat) yang mempunyai banyak sisi potong. Pengerjaan milling atau frais dikerjakan dengan mesin frais, mesin ini dapat digunakan untuk pengerjaan bidang-bidang rata, alur, lubang-lubang pasak, alur ekor burung, pembuatan roda gigi dan lain-lain. Bentuk dan ukuran dari produk yang dihasilkan merupakan dasar dari konstruksi beberapa jenis mesin frais Macam mesin frais diantaranya adalah mesin frais horizontal, mesin frais vertikal, danmesin frais universal

Mesin frais Horizontal (Gambar 7.1.1) adalah mesin frais yang mempunyai ciri yaitu poros utama yang horizontal, yang mempunyai bantalan pada sebuah konstruksi rangka. Meja mesin dapat diatur posisinya memanjang dan melintang karena poros utama tidak dapat disetel posisinya. Bagian utama mesin jenis ini poros arbor yang terpasang horizontal pada lengan dan merupakan dudukan pisau frais Add caption.

Add caption
Perbedaan antara mesin frais vertikal dengan mesin frais horizontal adalah terletak pada poros utama yang dapat disetel secara aksial, sehingga poros mesin frais ini dapat diserongkan menyesuaikan pengerjaan yang diperlukan untuk benda kerja. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.1.2. Jenis lainnya adalah mesin frais universal yang memiliki bagian lebih kompleks sehingga dapat diubah-ubah fungsinya, diantaranya adalah untuk frais muka, frais datar, frais spiral, pembuatan roda gigi, pengeboran dan reaming, boring, pembuatan alur dan lain lain. Sifat pokok dari mesin ini adalah meja mesin yang dapat diputar kekanan dan kekiri sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
7.2 Prinsip kerja mesin frais Prinsip kerja mesin frais adalah menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama untuk memutar pisau frais. Motor listrik terpasang pada bagian belakang mesin di hubungkan dengan spindle pisau frais melalui susunan roda gigi pada gearbox. Ada beberapa susunan roda gigi yang digunakan untuk mengatur kecepatan putaran pisau frais. Putaran motor penggerak pada mesin frais juga diteruskan oleh susunan roda gigi yang selanjutnya memutar poros berulir yang digunakan untuk untuk gerakan manual sehingga meja secara otomatis dapat bergerak ke arah melintang.
       Pemilihan pisau frais disesuaikan dengan profil pengerjaan yang akan dilakukan. Pisau frais yang sudah tumpul akan menghasilkan ukuran yang tidak teliti pada saat pemakanan benda kerja dan hasil penyayatannya cenderung kasar. Untuk pisau frais yang tumpul dapat diasah lagi. Pengaturan kecepatan yang tidak sesuai dan pemakanan terlalu dalam juga mengakibatkan pisau frais cepat arus
Pengecekan ketegak lurusan dari ragum penjepit benda kerja perlu dilakukan karena menentukan hasil pemakanan dari pisau frais .Selain dari kesalahan pemasangan, hasil pemakanan yang miring juga disebabkan karena posisi ragum yang tidak benar.Putaran dari pisau frais tidak boleh oleng lebih dari 0.05 mm. Untuk pengecekan ini digunakan dial indicator yang disentuhkan ke pisau . Kemudian spindle dari pisau frais diputar secara berlahan-lahan dengan tangan berlawanan dengan putaran potong .Penyetelan posisi pisau frais horizontal harus diusahakan sedekat mungkin jaraknya denqan kepala spindle dan jarak antara dudukan arbor dengan kepala spindle yang pendek agar poros tidak bengkok saat pemakanan. Untuk mengatur posisi pisau frais ini dengan memindahkan ring pada poros arbor.
Jumlah putaran yang digunakan pada pisau frais tergantung dari kecepatan potong dan diameter mata pisau. Kecepatan potong pisau adalah jarak yang ditempuh oleh salah satu gigi dalam meter/menit.. Jika kecepatan potong yang dipakai terlalu tinggi maka pisau frais akan cepat tumpul, sedangkan jika kecepatan terlalu rendah maka kemampuan potongnya rendah. Rumus untuk menentukan putaran yang dipakai adalah : Untuk menyetel putaran pisau yang akan digunakan, dilakukan dengan memindahkan tuas pengatur puatan. Pemindahan tuas ini tidak boleh dilakukan pada saat mesin dihidupkan karena dapat merusak roda-gigi pada gearbox.
Pengoperasian mesin frais diawali dengan memasang benda kerja pada ragum atau penjepit benda kerja lainya. Proses pemasangan benda kerja ini dapat dilakukan dengan memukul perlahan benda dengan palu plastik dengan mengencangkan ragum agar benda kerja terpasang dengan baik dan rata atau sejajar .Setelah benda kerja terpasang dengan benar, langkah selanjutnya adalah menggeser posisi benda dibawah pisau cutter untuk mencari titik nol atau mengatur kedalaman pemakanan dari pisau frais. Proses pengaturan posisi benda kerja dengan menggeser meja ke arah memanjang atau melintang. Putaran spindle frais disesuaikan dengan bahan dari benda kerja dan diameter pisau frais.Pada gambar 7.3.3.5, proses penyettingan pisau frais dilakukan dengan menyentuhkan ke benda kerja dengan menaikan meja kerja atau menurunkan pisau dengan posisi mesin dihidupkan. Ini dilakukan untuk menentukan titik nol pemakanan. Untuk mempermudah dapat menggunakan kertas yang dibasahi dan diletakkan pada benda kerja tepat dibawah pisau, kemudian pisau disentuhkan.Setelah penyetingan pahat, mesin dimatikan kembali dan benda kerja digeser ke arah memanjang atau melintang sampai pisau bebas dari benda kerja. Langkah selanjutnya adalah mengatur kedalaman pemakanan dengan menaikkan meja mesin. Selanjutnya mesin dapat dihidupkan dengan menekan tombol On dan proses pemakanan dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi pada meja kerja maka meja mesin harus selalu terjaga kebersihannya, setelah digunakan permukaan dari meja kerja harus dibersihkan dari debu maupun beram dari pengerjaan benda kerja dengan menggunakan kuas dan dilumasi dengan oli .Alur-alur pada meja mesin yang berfungsi dudukan baut penjepit harus bersih dari debu maupun uap air agar tidak terkena korosi. Proses pembersihan ini dilakukan dengan menggunakan kuas kemudian dilumasi dengan oli untuk melindungi dari debu dari uap air penyebab korosi pada alur meja untuk gerakan ke samping juga perlu dibersihkan dari debu maupun beram secara berkala dan dilumasi untuk mencegah korosi dan me ja dapat bergerak kesamping dengan lancar.kemudian pada alur meja yang digunakan sebagai jalur gerakan maju mundur dari meja mesin juga harus terjaga kebersihan agar pergeseran meja ke arah maju mundur dapat lancar. Untuk membersihkannya dengan menggunakan kuas dan dilumasi untuk mencegah terjadinya korosi akibat debu dan uap ai.
Pada poros handle pemutar yang penggerakan  meja maju mundur terdapat nipel yang menandakan harus diberi pelumasan secara berkala agar putaran dari handle tetap lancar dan untuk mencegah korosi pada poros handelnya  Pada mesin frais horizontal poros arbor maupun ring arbor harus dijaga kebersihannya dan perlu dilakukan pelumasan agar permukaan poros tetap halus sehingga dapat berputar dengan baik, ring arbor mudah dilepas dan terhindar dari karat poros spindle arbor pada mesin frais vertikal adalah bagian yang bergesekan karena gerakan naik turun dari spindel dan putaran pisau. Pelumasan dan pembersihan kotoran pada poros spindle perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi pada permukaan spindle sehingga dapat digerakan dengan lancar.
Pada peyangga meja mesin frais erdapat ulir berfungsi dmeja mesin naik turun. Pemberian pelumas pada ulir penopang meja mesin untuk gerakan naik turun perlu dilakukan agar proses naik turun meja mudah dan ringan juga untuk mencegah adanya korosi .untuk mesin frais horizontal, pada dudukan poros arbor terdapat oli pelumas yang berfungsi melumasi komponen akibat putaran dari poros arbor. Pengecekan oli pelumas pada dudukan poros arbor dapat dilakukan dengan melihat indicator level oli.Selain melakukan pelumasan dan menjaga kebersihan dari mesin, preventive maintenance pada mesin frais juga meliputi pengecekan baut-baut yang longgar. Mur dan baut pada mesin ini yang rawan longgar adalah baut pengikat pada penjepit atau ragum dan baut pengikat pisau mesin maupun mur pengikat ring pada poros arbor.Penyediaan suku cadang yang harus disiapkan untuk mesin frais ini diantaranya adalah pisau frais dan belt motor, karena bagian ini merupakan komponen yang rawan terhadap kerusakan. Penyediaan suku cadang ini dimaksudkan agar jika terjadi kerusakan pada komponen tersebut dapat segera ditangani sehingga proses produksi tidak terhambat.Kerusakan - kerusakan pada mata pisau frais sering tejadi karena salah dalam penggunaan. Kesalahan tersebut dapat disebabkan penggunaan putaran mesin yang tidak sesuai dengan diameter pisau dan jenis benda kerja, proses pemakanan dari benda kerja yang terlalu tebal, atau terlalu cepat dalam pemakanan. Pisau frais yang aus dapat diasah dengan menggunakan gerinda asah khusus.Kerusakan pada ragum biasanya terjadi akibat dari penggunaan palu besi dalam penyettingan benda kerja. Hal tersebut mengakibatkan ragum menjadi longgar (kocak) dan cacat. Untuk mencegah hal tersebut maka pada penyetingan benda kerja mengguna kan palu kayu atau palu plastik.Prosedur untuk melepas mata pisau frais horizontal adalah terlebih dahulu melepas dudukan arbor pisau dengan mengendorkan baut pengikatnya. Setelah itu dudukan arbor ditarik dengan hati-hati karena ada olinya jangan sampai tumpah. Setelah itu mur pengunci ring arbor dilepas dan ring beserta pisau frais dapat ditarik keluar. Prosedur pemasangannya adalah dengan memasang pasak pada alur pasak di poros arbor, kemudian memasukkan pisau frais ke poros yang terpasang pasak. Untuk mengatur posisi mata pisau dapat dilakukan dengan menambah atau mengurang ring arbor. Kemudian memasang kembali dudukan arbor pada alur lengan dan poros arbor masuk ke dudukan abor, kemudian baut pengikat dudukan dikencangkan. Mur pengunci pisau dikeraskan pada saat dudukan arbor sudah terpasang dan jarak antara pisau dengan penyangga serta kepala spindle harus tetap pendek untuk mencegah poros menjadi bengkok.Prosedur melepas pisau frais vertikal diantaranya dengan cara mengendorkan mur pengikat diatas kepala spindel kemudian memukul perlahan baut diatas kepala spindel hingga arbor beserta pisau terlepas. Saat dipukul, pisau frais harus ditahan agar tidak lepas secara tiba-tiba.Ragum penjepit benda kerja mesin frais dipasang pada meja kerja menggunakan 2 buah baut pengikat disamping ragum .Untuk melepas ragum, mur pengikat dilepas dan ditarik dari alur meja, kemudian ragum diangkat dengan hati-hati karena berat. Untuk memasangnya kembali dengan meletakan ragum pada meja mesin dengan hati-hati, kemudian baut T dimasukan dalam alur meja mesin dan dimasukan dalam celah baut pada ragum, kemudian mur pengikat dikencangka.

Jumat, 01 Agustus 2014

TIPE - TIPE TATA LETAK


KEPENTINGAN STRATEGIS KEPUTUSAN TATA LETAK

Tata letak merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas lingkungan kerja, kontak pelangga, dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai sebuah strategi yang menunjang diferensiasi, biaya rendah, atau respon cepat. Tujuan strategi tata letak adalah untuk membangun tata letak yang ekonomis yang memenuhi kebutuhan persaingan perusahaan.

Dalam semua kasus, desain tata letak harus mempertimbangkan bagaimana untuk dapat mencapai:

1. Utilisasi ruang, peralatan, dan orang yang lebih tinggi.

2. Aliran informasi, barang, atau orang yang lebih baik.

3. Moral karyawan yang lebih baik, juga kondisi lingkungan kerja yang lebih aman.

4. Interaksi dengan pelanggan yang lebih baik.

5. Fleksibilitas (bagaimanapun kondisi tata letak yang ada sekarang, tata letak tersebut akan perlu diubah).

Semakin lama, desain tata letak perlu dipandang sebagai sesuatu yang dinamis. Hal ini berarti mempertimbangakan peralatan yang kecil, mudah dipindahkan, dan fleksibel. Rak pajangan di toko harus dapat dipindahkan, meja kantor dan partisi yang modular, dan rak di gudang dibuat di pabrik (tinggal pasang). Agar dapat mengatasi perubahan model produk secara cepat dan mudah, dan masih dalam tingkat produksi yang memadai, manajer operasi harus memberikan fleksibilitas dalam desain tata letak. Untuk mendapatkan fleksibilitas dalam tata letak, para manajer melatih pekerja mereka saling bersilang, merawat peralatan, menjaga investasi tetap rendah, menempatkan sel kerja secara berdekatan, dan menggunakan peralatan yang kecil dan mudah dipindahkan.

TIPE-TIPE TATA LETAK

Keputusan mengenai tata letak meliputi penempatan mesin pada tempat yang terbaik (dalam pengaturan produksi), kantor dan meja-meja (pada pengaturan kantor) atau pusat pelayanan (dalam pengaturan rumah sakit atau department store). Sebuah tata letak yang efektif memfasilitasi adanya aliran bahan, orang, dan informasi di dalam dan antar-wilayah. Untuk mencapai tujuan ini, beragam pendekatan telah dikembangkan. Di antara pendekatan tersebut, pada bab ini, akan dibahas enam pendekatan tata letak:

1. Tata letak dengan posisi tetap – memenuhi persyaratan tata letak untuk proyek yang besar dan memakan tempat seperti proses pembuatan kapal laut dan gedung.

2. Tata letak yang berorientasi pada proses – berhubungan dengan produksi dengan volume rendah, dan bervariasi tinggi (juga disebut sebagai “job shop”, atau produksi terputus).

3. Tata letak kantor – menempatkan para pekerja, peralatan mereka, dan ruangan/kantor yang melancarkan aliran informasi.

4. Tata letak ritel – menempatkan rak-rak dan memberikan tanggapan atas perilaku pelanggan.

5. Tata letak gudang – melihat kelebihan dan kekurangan antara ruangan dan sistem penanganan bahan.

6. Tata letak yang berorientasi pada produk – mencari utilisasi karyawan dan mesin yang paling baik dalam produksi yang kontinu atau berulang.

Oleh karena hanya beberapa dari keenam golongan ini yang dapat dimodelkan secara matematis, tata letak dan desain dari fasilitas fisik masih merupakan sebuah seni. Walaupun demikian, telah diketahui bahwa sebuah tata letak yang baik perlu menetapkan beberapa hal berikut:

1. Peralatan penanganan bahan. Manajer harus memutuskan peralatan yang akan digunakan meliputi ban berjalan, cranes, juga kereta otomatis untuk mengirim dan menyimpan bahan.

2. Kapasitas dan persyaratan luas ruang. Desain tata letak dan penyediaan ruangan hanya dapat dilakukan saat persyaratan jumlah pekerja, mesin dan peralatan diketahui. Manajemen juga harus mempertimbangkan kelonggaran yang diisyaratkan sebagai keamanan yg mengatasi beberapa masalah.

3. Lingkungan hidup dan estetika. Pemikiran mengenai tata letak sering membutuhkan keputusan mengenai jendela, tanaman, dan tinggi partisi untuk memfasilitasi aliran udara, mengurangi kebisingan, menyediakan keleluasaan pribadi, dan sebagainya.

4. Aliran informasi. Komunikasi sangat penting bagi setiap perusahaan dan harus dapat difasilitasi oleh tata letak. Permasalahan ini mungkin membutuhkan keputusan tentang jarak, juga keputusan akankan dibuat kantor pada ruangan terbuka menggunakan pembatas setengah badan atau kantor yang memberi keleluasaan pribadi.

5. Biaya perpindahan antar wilayah kerja yang berbeda. Terdapat banyak pertimbangan unik yang berkaitan dengan pemindahan bahan atau kepentingan beberapa wilayah tertentu untuk didekatkan satu sama lain. Sebagai contoh, memindahkan leburan baja akan lebih sulit dibandingkan dengan memindahkan baja dalam keadaan dingin.

Tata letak dengan posisi tetap

Dalam tata letak dengan posisi tetap (fixed-position layout), proyek tetap berada dalam satu tempat, sementara para pekerja dan peralatan datang pada tempat tersebut. Contoh tipe proyek seperti ini adalah proyek pembuatan kapal, jalan laying, jembatan, rumah, dan sumur minyak bumi.

Teknik untuk mengatasi tata letak dengan posisi tetap tidak dikembangkan dengan baik dan kerumitannya bertambah karena ada tiga faktor. Faktor yang pertama adalah, terdapat terdapat tempat yang terbatas pada semua lokasi produksi. Yang kedua, setiap tahapan yang berbeda pada proses konstruksi, membutuhkan bahan yang berbeda;oleh karena itu banyak hal yang menjadi penting sejalan dengan perkembangan proyek. Yang ketiga, volume bahan yang dibutuhkan dinamis. Sebagai contoh, tingkat penggunaan panel baja untuk galangan kapal berubah sejalan dengan perkembangan proyek.

Karena permasalahan pada tata letak dengan posisi tetap ini sulit dipecahkan pada lokasi, strategi alternative yang ada adalah untuk melengkapi proyek sedapat mungkin di luar lokasi.

Tata letak yang berorientasi pada proses

Tata letak yang berorientasi pada proses (process-oriented layout) dapat menangani beragam barang atau jasa secara bersamaan. Ini merupakan cara tradisional untuk mendukung sebuah strategi diferensiasi produk. Tata letak ini paling efisien di saat produk yang memiliki persyaratan berbeda, atau di saat penanganan pelanggan, pasien atau klien dengan kebutuhan yang berbeda. Tata letak yang berorientasi pada proses biasanya memiliki strategi volume rendah dengan variasi tinggi.

Satu kelebihan utama dari tata letak ini adalah adanya fleksibilitas peralatan dan penugasan tenaga kerja. Sebagai contoh, jika terjadi kerusakan pada satu mesin, proses produksi secara keseluruhan tidak perlu berhenti; pekerjaan dapat dialihkan pada mesin lain dalam departemen yang sama. Tata letak ini juga sangat baik untuk menangani produksi komponen dalam batch yang kecil, atau disebut job lot, dan untuk memproduksi beragam komponen dalam ukuran dan bentuk yang berbeda.

Kelemahan tata letak ini terletak pada peralatan yang biasanya memiliki kegunaan umum. Pesanan akan menghabiskan waktu lebih lama untuk berpindah dalam sistem karena penjadwalan yang sulit, penyetelan mesin yang berubah, dan penanganan bahan yang unik. Sebagai tambahan, peralatan yang memiliki kegunaan umum, membutuhkan tenaga kerja yang terampil, dan persediaan barang setengah jadi menjadi lebih tinggi karena adanya pelatihan dan pengalaman yang dibutuhkan, dan jumlah barang setengah jadi yang tinggi membutuhkan modal yang lebih banyak.

Dalam mendesain sebuah tata letak yang berorientasi pada proses, takti yang paling lazim digunakan untuk menyusun departemen atau stasiun kerja adalah untuk meminimalkan biaya penanganan bahan. Dengan kata lain, departemen yang memiliki aliran komponen atau orang yang banyak di antara mereka harus didekatkan satu sama lain. Dalam pendekatan ini, biaya penanganan bahan bergantung kepada (1) jumlah muatan (atau orang) yang harus dipindahkan di antara dua departemen selama beberapa waktu dan (2) biaya memindahkan muatan (atau orang) yang berkaitan dengan jarak antar-departemen.

Craft. Adalah sebuah program (software) computer yang secara sistematis menguji alternative pengaturan antar-departemen untuk mengurangi biaya penanganan bahan total.



Tata letak kantor

Perbedaan utama antara tata letak kantor (office layout) dan pabrik adalah pada kepentingan informasi. Walaupun demikian, pada beberapa lingkungan kantor, sebagaimana pada manufaktur, produksi sangat bergantung kepada aliran bahan.

Walaupun pergerakan informasi sekarang meningkat menjadi elektronik, analisis tata letak kantor masih memerlukan pendekatan yang berdasarkan tugas. Oleh karena itu, para manajer kantor menguji pola komunikasi baik secara elektronik maupun tradisional, kebutuhan pemisahan, dan kondisi-kondisi lain yang mempengaruhi efektivitas karyawan. Alat yang berguna untuk analisis tersebut adalah diagram hubungan (relationship chart) yang ditunjukan dalam gambar 9.9. diagram ini, menyiapkan sebuah kantor untuk insinyur software, yang menyatakan bahwa direktur teknologi harus (1) dekat dengan wilayah para insinyur, (2) kurang dekat dengan sekretaris dan pusat data, dan (3) tidak perlu dekat dengan ruang fotokopi dan gudang.

Di sisi lain, terdapat beberapa pertimbangan tata letak yang bersifat umum (beberapa dapat diterapkan pada pabrik dan kantor). Pertimbangan ini berkaitan dengan kondisi kerja, kerja sama tim, otoritas, dan status. Haruskah semua atau hanya sebagian wilayah kerja yang diberi AC? Haruskan semua karyawan menggunakan pintu masuk yang sama, toilet, lemari, dan kantin? Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, keputusan tata letak merupakan perpaduan antara seni dan ilmu. Hanya sebagian yang berupa ilmu – yang berkaitan dengan aliran bahan dan informasi – yang dapat dianalisi dengan cara yang sama sebagaimana aliran barang dalam tata letak proses.

Sebagai komentar terakhir pada tata letak kantor, harus diperhatikan bahwa terdapat dua kecenderungan utama. Yang pertama, teknologi, seperti telepon genggam, pager, fax, internet, kantor di rumah, computer jinjing (laptop), dan PDA, menyebabkan tata letak semakin fleksibel dengan memindahkan informasi secara elektronis. Yang kedua, perusahaan virtual menciptakan kebutuhan dinamis akan ruang dan jasa. Kedua perubahan ini cenderung membutuhkan lebih sedikit karyawan untuk berada di kantor.

Tata letak ritel

Tata letak ritel (retail layout) didasarkan pad aide bahwa penjualan dan keuntungan bervariasi bergantung kepada produk yang dapat menarik perhatian pelanggan. Jadi, banyak manajer operasi ritel mencoba untuk memperlihatkan produk-produk kepada pelanggan sebanyak mungkin. Penelitian menunjukan bahwa semakin besar produk dapat dilihat oleh pelanggan, maka penjualan akan semakin tinggi, dan tingkat pengembalian investasi juga semakin tinggi. Manajer operasi dapat mengubah keduanya, baik dengan pengaturan toko keseluruhan maupun alokasi tempat bagi beragam produk dalam pengaturan toko tersebut.

Lima ide yang sangat berguna dalam menentukan pengaturan toko secara keseluruhan:

1. tempatkan barang-barang yang sering dibeli oleh pelanggan di sekitar batas luar toko. Itulah sebabnya mengapa sering ditemukan produk yang berbahan dasar susu pada satu bagian supermarket bersebelahan dengan produk roti dan kue-kue.

2. gunakan lokasi yang strategis untuk barang-barang yang menarik dan memiliki nilai keuntungan besar, seperti peralatan rumah tangga, kosmetik dan shampoo.

3. distribusikan yang dikenal oleh pedagang sebagai “produk yang kuat” – yaitu barang-barang yang menjadi alasan utama pengunjung berbelanja – pada kedua sisi lorong, dan letakkan mereka tersebar untuk menjadikan pengunjung melihat lebih banyak barang yang lain.

4. gunakan lokasi di ujung lorong karena mereka memiliki tingkat eksposur yang tinggi.

5. sampaikan misi toko dengan memilih posisi bagian yang akan menjadi perhentian pertama bagi pelanggan.

Setelah tata letak ritel telah diputuskan, produk-produk harus diatur untuk dijual. Banyak pertimbangan dalam pengaturan ini. Walaupun demikian, tujuan utama tata letak ritel adalah untuk memaksimalkan keuntungan luas lantai per kaki persegi (atau, pada beberapa toko, pada panjang rak). Barang-barang yang berharga mahal mungkin dapat menghasilkan penjualan yang lebih besar, tetapi keuntungan per kaki persegi mungkin saja lebih rendah.



Tata letak gudang dan penyimpanan

Tujuan tata letak gudang (warehouse layout) adalah untuk menemukan titik optimal di antara biaya penanganan bahan dan biaya-biaya yang berkaitan dengan luas ruang dalam gudang. Sebagai konsekuensinya, tugas manajemen adalah memaksimalkan penggunaan setiap kotak dalam gudang – yaitu memanfaatkan volume penuhnya sambil mempertahankan biaya penanganan bahan yang rendah. Biaya penanganan bahan adalah biaya-biaya yang berkaitan dengna transportasi barang masuk, penyimpanan, dan transportasi bahan keluar untuk dimasukan dalam gudang. Biaya-biaya in imeliputi peralatan, orang, bahan, biaya pengawasa, asuransi, dan penyusunan. Tata letak gudang yang efektif juga menimimalkan kerusakan bahan dalam gudang.

Cross-docking. Cross-docking berarti menghindari penempatan bahan atau barang-barang dalam gudang dengan langsung memproses mereka saat diterima. Dalam sebuah fasilitas manufaktur, produk diterima langsung pada lini perakitan. Pada sebuah pusat distribusi, muatan yang telah diberi label dan disusun sebelumnya tiba pada dock pengiriman untuk dirute ulang, sehingga menghindari aktivitaspenerimaan secara formal, penghitungan stock/penyimpanan dan pemilihan pesanan. Karena aktivitas-aktivitas ini tidak menambahkan nilai pada produk, maka penghilangannya merupakan penghematan biaya sebesar 100%.

Customizing. Walaupun gudang diharapkan dapat menyimpan produk sekecil mungkin dan menyimpannya dalam waktu sesingkat mungkin, sekarang permintaan yang ada adalah bagaimana gudang dapat melakukan customize produk. Gudang dapat menjadi tempat di mana nilai ditambahkan melalui customizing. Kuntomisasi gudang biasanya merupakan cara yang berguna untuk menghasilkan keunggulan bersaing dalam pasar di mana terdapat perubahan produk yang sangat cepat. Sebagai contoh, gudang bisa menjadi tempat di mana komponen computer dipasang, software dimuat, dan perbaikan dilakukan. Gudang juga dapat menyediakan label dan pengepakan yang customized untuk pedagang eceran sehingga barang yang datang dapat langsung dipajang.

Saat ini semakin banyak gudang ditempatkan bersebelahan dengan bandara utama, dalam fasilitas seperti yang dimiliki oleh terminal Express di Memphis. Penambahan nilai pada gudang yang bersebelahan dengan bandara utama memungkinkan pengiriman satu malam.



Tata letak proses produksi berulang dan berorientasi pada produk

Tata letak yang berorientasi pada produk disusun di sekeliling produk atau keluarga produk yang sama yang memiliki volume tinggi dan bervariasi rendah. Produksi yang berulang dan kontinu, menggunakan tata letak produk. Asumsi yang digunakan adalah:

1. volume yang ada mencukupi untuk utilisasi peralatan yang tinggi.

2. permintaan produk cukup stabil untuk memberikan kepastian akan penanaman modal yang besar untuk peralatan khusus.

3. produk distandarisasi atau mendekati sebuah fase dalam siklus hidupnya, yang memberikan penilaian adanya penanaman modal pada peralatan khusus.

4. pasokan bahan baku dan komponen mencukupi dan mempunyai kualitas yang seragam (cukup terstandarisasi) untuk memastikan bahwa mereka dapat dikerjakan dengan peralatan khusus tersebut.

Terdapat dua jenis tata letak yang berorientasi pada produk, yaitu lini pabrikasi dan perakitan. Lini pabrikasi (fabrication line) membuat komponen seperti ban modil dan komponen logam sebuah kulkas pada beberapa mesin. Lini perakitan (assembly line) meletakan komponen yang dipabrikasi secara bersamaan pada sekumpulan stasiun kerja. Kedua lini in imerupakan proses yang berulang, dan dalam kedua kasus, lini ini harus “seimbang”, yaitu waktu yangdihabiskan untuk mengerjakan suatu pekerjaan barus sama atau seimbang dengan waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan pekerjaan pada mesin berikutnya pada lini pabrikasi, sebagaimana waktu yang dihabiskan pada satu stasiun kerja oleh seoarang pekerja di lini perakitan harus “seimbang” dengan waktu yang dihabiskan pada stasiun kerja berikutnya yang dikerjakan oleh pekerja berikutnya.

Tujuan utama tata letak yang berorientasi pada produk adalah:

1. Rendahnya biaya variabel per unit yang biasanya dikaitkan dengan produk yang terstandarisasi dan bervolume tinggi.

2. Biaya penanganan bahan yang rendah

3. Mengurangi persediaan barang setengah jadi

4. Proses pelatihan dan pengawasan yang lebih mudah

5. Hasil keluaran produksi yang lebih cepat.

Kamis, 31 Juli 2014

METODE PENGHINDARAN



 METODE UNTUK MENGHINDARI PENCURIAN SEPEDA MOTOR

Lebih baik mencegah terjadinya kehilangan daripada harus mencari motor yang sudah hilang. Bahkan dengan bantuan dukun pun, motor yang sudah hilang, sulit sekali ditemukan. Berikut metode yang saya rangkum dari pengalaman pribadi saya dan disusun berdasarkan urutan kemudahan pengaplikasiannya :

1. Gunakan kunci ganda. Ini bukan hanya sekedar tulisan basa-basi di tempat parkir. Tapi karena memang kunci standar tidak akan mampu menyelamatkan motor Anda. Kalau tidak percaya, Anda bisa praktekan sendiri mematahkan kunci leher stang sepeda motor Anda. Sangat mudah, terutama motor Honda. Dan setelah patah, dalam waktu kurang dari 1 menit kunci T universal akan mampu menghidupkan mesin motor Anda.Kunci T adalah peralatan standar yang dimiliki pencuri.
Sekali lagi, jangan pernah menyepelekan keamanan motor Anda. Selalu gunakan kunci ganda.
Saya TIDAK menyarankan Anda untuk menggunakan kunci ganda yang diselipkan di sela jeruji roda.Saya sudah pernah menggunakannya dan merasa aman. Ternyata para pencuri itu sudah bisa membuat copynya. Kunci yang diselipkan di antara standar berdiri (apa sih namanya?), yang berada di bawah, lebih tidak disarankan, karena nyaris tidak ada pengaruhnya.
Saya menyarankan Anda menggunakan kunci ganda yang lain. Bagi yang motornya berem cakram, bisa menggunakan kunci jepit cakram. Lebih aman dan tidak merusak shock depan. Tapi resikonya maling (dan kadang2 Anda sendiri) tidak menyadari adanya kunci ini. Mungkin dia sudah sempat menjebol kunci starter Anda. Dan baru sadar ketika kunci jepit terantuk shock. Jika malingnya terjatuh dan tertangkap mungkin Anda bisa menyampaikan salam dari saya berupa 10-20 kali pukulan.Jangan lupa untuk melepas jimatnya terlebih dahulu:)

2. Ganti kunci starter standar Anda dengan kunci yang lebih sulit dijebol/ditiru.

3. Gunakan kunci rahasia yang benar-benar rahasia. Kunci ini biasanya terhubung dengan kelistrikan motor. Si pencuri tidak akan bisa menghidupkan mesin meskipun sudah berhasil membobol kunci strarter (kecuali dia sudah mengetahui rahasianya, yang kemungkinan besar dari Anda sendiri). Kunci ini sudah banyak yang dijual instant di pasaran dengan menggunakan semacam password. Anda bisa juga membuat sendiri jika Anda mengerti. Tapi jangan sampai Anda sendiri pun tidak bisa menyalakan motor Anda.

4.Gunakan alarm.Sebaiknya alarm yang benar-benar berkualitas dan bukan yang asal berisik. Sebab jika suatu saat konslet, maka Anda terpaksa mematikannya, dan itulah saat yang ditunggu-tunggu oleh pencuri. Kadang-kadang mereka sengaja menyenggol motor Anda berkali-kali sehingga Anda berpikiran bahwa alarm motor Anda konslet dan menonaktifkannya.

Saat ini pencuri sudah semakin bermodal. Mereka sudah bisa menyewa mobil box. Maka semua metode 1-3 di atas menjadi sia-sia karena mereka bisa membawa motor dalam kondisi terkunci dengan menggunakan mobil box.
Metode ke-4 pun juga akan sia2 apabila si pencuri menggunakan kekerasan dan magic.Sebagai solusinya, ada metode ke-5 dan ke-6:

5.Asuransikan motor Anda. Ini sebenarnya bukan tergolong langkah pencegahan. Ini adalah langkah recovery terhadap sakit hati Anda akibat motor kesayangan Anda dicuri orang.Pilihlah asuransi yang direkomendasikan di Pintu Net Saat ini semua motor yang dibeli dari dealer atau dicicil biasanya sudah dilindungi dengan asuransi. Tapi jangan sampai lupa menunda-nunda untuk memperpanjang asuransi apabila kontraknya sudah habis. Anda tidak akan pernah tau kapan hari sial Anda kecuali Anda gemar membaca artikel ramal-meramal.

6. Banyak berdoa. Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan

Vespa makin Tua makin Diburu

saat-saat motor keluaran terbaru yang menawarkan bodi mentereng dipasarkan, vespa sempat terpuruk dan menjadi barang ‘kuno’. Vespa-vespa tua – tahun 1970-an ke bawah - seperti kehilangan kekuatannya untuk bersaing di jalan raya.
Sebagian besar vespa akhirnya pensiun. Namun, tahun 1994, para penggemar vespa tua mulai menarik perhatian ketika muncul dengan vespa yang telah dimodifikasikan sedemikian rupa, apalagi ketika berada di jalan raya.

Modifikasi vespa yang unik pun menarik satu demi satu penggemar vespa lainnya, sehingga mampu meraih simpati dan mendapat tempat di masyarakat. Apalagi kemudian para penggemar ini membentuk klub vespa dengan nama semox. Gairah berkendaraan vespa tua meningkat, vespa-vespa berbagai merk yang sudah ‘pensiun’ diburu bahkan yang sudah jadi rongsokan pun hendak dihidupkan lagi. “Saya membeli vespa Kongo dari dua karung rongsokan,” kata Hambali yang kemudian merakit sendiri vespa tahun 1964 tersebut.
Kini vespa tua tidak lagi bisa gampang didapatkan di wonosari mengingat penggemar vespa sudah memburunya sejak kemunculannya kembali. “Vespa tua lebih diburu namun sulit didapatkan,” ungkap Zaeni Muhammad, penggemar vespa yang memodifikasikan vespa PX-nya menjadi unik dan nyaman dikendarai. “Makin tua makin diburu,’ ujarnya.

Satu Bengkel dan Merk Oli
Modifikasi terhadap vespa selain unik, juga lebih fungsional dan artistik. Hal inilah yang dilakukan seorang penggemar vespa yang juga pendiri klub vespa pertama di NTB, Zaeni Muhammad. Modifikasi ‘habis-habisan, dilakukannya tanpa mengubah anatomi asli vespa PX yang ketika dibelinya dulu seharga Rp 1,5 juta. “Mesin dan bodi tetap standar,” akunya. Kecintaannya pada vespa, katanya, membuat ia ‘gila-gilaan’ memodifikasikan tunggangannya. Sebanyak 15 lampu dipasang secara unik memenuhi bagian depan vespanya. Enam 6 kaca spion dipasang di kanan, kiri, atas dan bawah sampai dengan boks-boks untuk menyimpan peralatan. Ditambah lagi winsel penahan angin, ban serep, sandaran pembonceng dan besi-besi pengaman di sekeliling bodi yang berfungsi sebagai sandaran kaki dan pelindung jika terjadi kecelakaan. Ketika memodifikasikan vespanya ia memakai konsep touring, semua berfungsi. “Semuanya hand made (buatan tangan),” kata seniman yang mengaku memanfaatkan besi-besi kursi yang tidak terpakai untuk memodifikasikan vespanya. Semua perlengkapan yang dipasangnya melalui proses pertimbangan yang matang agar seluruh bagian vespanya, kanan-kiri, muka dan belakang, seimbang.
Zaeni yang kerap melakukan touring bersama rekan-rekannya ini telah menyapu seluruh NTB, Bali, Surabaya, Jakarta, Semarang, Lampung, Palembang dan kota lainnya. Ketahanan dan ketangguhan vespa baginya, sangat menakjubkan. “Tidak ada masalah dengan tanjakan dan mesin tidak gampang lelah,” ujarnya. Maka, ketika sedang touring istirahat bukan ditentukan vespa tapi ketahanan fisik pengendaranya. Baginya, meski vespa identik dengan mogok, ia punya tips sendiri terhadap perawatan vespa sehingga vespanya bisa dikatakan jarang mogok. “Gampang, setia pada satu bengkel dan jangan mengganti merk oli,” ujar guru ini.
Penggemar vespa sepertinya tidak perlu merasa khawatir terhadap ketersediaan spare part vespa karena sangat gampang didapatkan, relatif murah dan terjangkau baik yang asli maupun imitasi. “Teliti saat membeli karena sangat tipis bedanya antara yang imitasi dan asli,” pesannya.
Bengkel vespa juga gampang ditemukan . “Jadi tidak perlu khawatir punya vespa meski butut sekalipun” ujarnya. – niek

Wisata Vespa Hobi yang Menghasilkan

HOBI dan kecintaan merupakan hal yang tidak terpisahkan dari diri penggemar vespa. Berbagai keunikan modifikasi dilakukan hingga membuat gandengan vespa yang bernama sespan. Kalau vespa saja hanya bisa menggandeng seorang, maka sespan mampu menggandeng dua hingga tiga orang. BOSS (Boys Owner Scooter Sespan) memprakarsai terbentuknya klub sespan . sespan sementara ini hanya ada 10,” kata Hambali, montir vespa, modifikator sekaligus pembuat sespan. Lalu, apa yang dilakukan dengan sespan? Ternyata bukan sekadar hobi dan kecintaan. “Sespan bisa menghasilkan,” ujarnya.
Sejak dua tahun lalu, Ambe, demikian Hambali biasa disapa, menemukan cara mencari tambahan penghasilan dari hobi dan kecintaannya pada vespa. Dengan sespan ia menawarkan wisata keliling . Wisata menggunakan vespa ini bisa dibilang baru pertama kali dilakukan. Berawal dari seringnya bersentuhan dengan dunia pariwisata , ia dan kawan-kawannya menemukan ketertarikan unik menjual jasa wisata mengantar tamu mancanegara mengendarai sespan. “Tidak harus dipesan khusus, ketemu wisatawan di jalan yang ingin keliling kota dengan sespan pun tak masalah,” kata Ambe yang kadang menyebut usaha ini dengan ngojek.
Tapi, sejauh ini ia telah memiliki link dengan hotel-hotel yang akan menawarkan wisata sespan tersebut kepada tamu-tamunya. Prospek usaha ini cukup baik, katanya, mengingat jika wisatawan ramai ia dan kawan-kawannya bisa mengantar tamu baik mancanegara maupun lokal empat kali dalam sebulan. Tidak harus tamu yang banyak, satu dua tamu pun jadi, ujar Ambe yang beberapa waktu lalu sempat mengantar lebih dari 30 tamu yang berarti membutuhkan tambahan vespa lain di luar sespan. “Kalau tamu ramai, kami kontak kawan-kawan vespa lain meski tidak satu klub yang bersedia mengantar tamu,” katanya. Tentunya, vespa lain yang ikut membantu mendapatkan bayaran yang sama dengan lainnya, lanjutnya.

Kecepatan maksimal :
Masing-masing ban juga memiliki toleransi atau batas kecepatan penggunaan yang dianjurkan. Ketentuan ini dapat dibaca pada kode 
Q (untuk kecepatan maksimal 160 km/jam)
S (180 km/jam)
T (190 km/jam)
U (200 km.jam)
H (210 km/jam)
V (240 km/jam)
W (270 km/jam)
Y (300 km/jam)
Z (di atas 240 km/jam).

Daya cengkeram:
Daya cengkeram sebuah ban terhadap permukaan jalan juga dapat diketahui. Yaitu dari kode huruf A, B dan C. Kode huruf A dapat diartikan memiliki daya cengkeram yang paling tinggi. Berikutnya baru B dan C.

Daya tahan:
Pada tiap ban terdapat suatu angka perbandingan yang menunjukkan ketahanan sebuah ban. Angka itu diperoleh berdasarkan hasil uji coba lapangan yang juga ditentukan pemerintah setempat. Misalnya angka 150 dapat diartikan dengan daya tahan yang lebih baik dari angka 100. Cuma, daya tahan ini sangat tergantung pada karakter pengemudi, kondisi jalan, pemeliharaan ban dan cuaca

TEHNIK DASAR MOTOR VESPA


TEHNIK DASAR MOTOR VESPA
August 13, 2008


PENDAHULUAN

Dengan hormat,

      Secara fisik, Skuter adalah jenis kendaraan bermotor roda dua (2) dimana pengendara dimanjakan dengan kontruksi kendaraan yang unik dan nyaman juga keamanannya dalam mengendarai. Menurut Sejarah, Skuter dalam bahasa Italy adalah ” Tawon” hal ini terobsesi dari bentuk atau skuter yang menyerupai Tawon. Skuter yang terlahir dari negara Italy ini di produksi oleh Piaggio ini bermerkkan VESPA

Keberadaan Vespa di Indonesia ternyata bisa menyatukan ratusan orang dan membuat mereka bersaudara atau lebih kerennya di sebut BROTHERHOOD. Berawal dari saling bertukar informasi diantara penggemar- penggemar vespa, hubungan ini kian erat dan akhirnya terjalin persaudaraan Yang melahirkan Club atau Komunitas yang tidak menonjolkan ego individu, tetapi hal ini lebih untuk membentuk persaudaraan dalam satu Komunitas guna mempererat tali persaudaraan antara sesama penggemar vespa.

Bertolak ukur dari hal di atas tiada maksud dari saya untuk menyombongkan diri, maksud dan tujuan saya tidak lain berbagi pengalaman dan bertukar pikiran kepada rekan-rekan sekalian. Adapun kelebihan dan kekurangan dari prologh ini Saya pribadi mohon dikoreksi, Karna pada dasarnya tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna.

PRINSIP DASAR KINERJA MESIN VESPA

      Prisip dasar kinerja dari pada mesin vespa ini berbasis dua tak atau dua langkah, langkah pertama adalah pembilasan serta percampurannya antara bahan bakar dan udara yang sebelumnya sudah di atur dari karburator, lalu langkah kedua proses penekanan bahan bakar keruang bakar sehingga terjadilah ledakan dari percikan api busi dan bahan bakar yang berakibat adanya dorongan seher yang memutar poros engkol dan kopling gir transmisi. Di bawah ini saya akan menjelaskan perangkat mesin vespa super yang terdiri dari

I. KARBURATOR
     Karburator adalah satu komposisi alat yang mengatur suplai bahan bakar ke ruang bakar, ini sebuah alat yang berkerja secara kinetik tanpa alat elektronik sipengendara hanya mengatur suplai udara melalui tuas gas yan ada distang kemudi lalu perangkat lainnya dari karburator menyesuaikan dengan sendirinya.

II. PENGAPIAN
     Yang disebut Proses pengapian adalah terjadinya satu percikan api busi sebagai penyulut bahan bakar yang telah tercampur dan terbilas oleh poros engkol atau krukas yang ada dalam ruang bakar guna terjadinya ledakan yang menghasilkan dorongan seher. Api yang ada di busi daihasilkan dari SPUL PLATINA yang ada dalam medan magnet, setrum dari spul di stabilkan KONDENSATOR berukuran 2 farad lalu di sinyalkan atau sistem pemulsaran oleh PLATINA setrum yang melalui proses di atas di perkuat atau perbesar oleh KOIL, proses ini berdampak percikan api di BUSI berkekuatan lebih dari 4000 voltase dengan titik ampere lemah

III. RUANG BAKAR
       Ruang bakar adalah satu ruang yang ada di dalam mesin vespa untuk menghasilkan tenaga berkapasitas 150 CC, di sini terjadi proses MIXTURISASI atau penyampuran antara bahan bakar berjenis bensin dengan udara KRUKAS atau poros engkol stelah bahan bakartercampur di transperkan oleh seher yang nya tlah terdorong oleh proses sebelumnya melelui rongga ransfering yang ada pada BLOK SILINDER, lalu bahan bakar mengalami penekannan ke ruang vakum yang ada pada HEAD SILINDER di sini lah terjadi ledakan hasil dari tekanan dan percikan api busi, sisa bahan bakar yang berjenis korbon dioksida dibuang ke udara lepas melalui lubang buang mengarah ke KNALPOT yang berfungsi menmanfaatkan gas buang sebagai kompresi balik untuk menyempurnakan proses selanjutnya, dan juga knalpot ini berfungsi sebagai peredam suara ledakan,

IV. ROTASI ATAU PUTARAN MESIN
      Tiga proses di atas menghasilkan rotasi atau perputaran mesin dan gir-gir yang ada di girbok di melalui KOPLING atau cluth yang berpungsi sebagai otomatis penetral putaran gir sesui dengan keinginan pengendara dalam gir bok terdiri dari GEAR PRIMER atau lebih di kenal dengan gigi borobudur rotasi dari gigi borobudur ini berhubungan langsung dengan GEAR SEKUNDER atau lebih dikenal sebagai gigi seri. Pengaturan transmisi dari kecepatan gigi 1 ke 4 doleh CRASH GEAR atau gigi silang pengaturan ini langsung di hubung kan ke kendali atau stang motor, keunikan mesin ini dalam mantransferkan tenaga tidak menggunakan sistem rantai. Dalam perawatan lebih murah dan mudah yang terpenting adalah ketelitian dan ka apikan kit menggunakan mesin ini.

I. MASALAH YANG SERING TERJADI SERTA PENYELESAIAN NYA

     Karburator sering kotor atau spuyer tersendat Dalam masalah ini berdampak langsung dengan laju motor, motor dalam melaju tersendat- sendat atau motor malah sulit untuk hidup terkadang
pula busi sering mati terlihat dari ujung busi isolatornya berwarna hitam kelang yang mengakiobatkan hilang nya percikan api di busi Penyelesaiannya:

1. Bersihkan tangki bahan bakar dari kotoran dan karat
2. Periksa selang bensin dari kerak bahan bakar
3. Bersihkan karburator menggunakan kompresor angin perikasa kembali lubang- lubang spuyer jangan sampai ada kotoran yang tertinggal, ketelitian di tuntut dalam hal ini
4. Periksa ukuran lobang spuyer sudah pas belum jangan sampai kebesaran atau kekecilan. Bila kebesaran motor akan boros bahan bakar dan juga busi sering mati. Ukuran ubang spuyer berpatokan pada ukuran standar pabrik
5. Setingan atau penyetelan jarum ideal harus pas menurut pengalaman saya caranya denmgan menyetel stasioner karbu pada stelan tertinggi, lalu putar jarum ideal menggunakan obeng kekanan stelah berhenti putaran jarum kendorkan kembali ke kiri perlahan-lahan sampai terdengar suara mesin di putaran ter tinggi,

II. PENGAPIAN
 
      Permasalahan dalam pengpian juga akan berdampak langsung pada laju motor atau motor tidak bisa hidup, susah starter motor biasanya kendala pengapian berada pada stelan platina yang tidak benar, bisa juga salah satu perangkat pengapian sperti Busi, Koil, Platina, Kondensor, Spul pengapian ada yang sudah tidak layak pakai atau mati. penyelasaiannya:
Langkah pertama periksa warna ujung busi, bila berwarna hitam kelang busi tidak akan memercikan api solusinya stel ulang ukuran spuyer pilot jet dam main jet, beila warna ujung busi merah bata maka pariksa ke bagian yang pengapian yang lainnya. Koil yang layak pakai apabila kita konsletkan kabel busi dengan jarak ke massa mesin kira kira 8 mm masih terjadi loncatan api berwarna biru, bila tida berwarana biru di sini percikan atau laoncatan api berwarna merah ini berarti stelan platina tidak benar atau si koilnya yang memang sudah lemah, loncatan api dari koil dipengaruhi langsung oleh stelan platina, Penyetelan platina yang benar adalah berjarak kerenggangan antara konektor minus dan konektor plus nya kira-kira 0,5mm. dengan menggunakan obeng min, perlu di ingat penyetelannya jangan di ketok karna hal akan mepersingkat umur pakai platina karna entara konektor tidak lurus atau bengkok. Loncatan yang terjadi pada platina juga
berkaitan dengan kondisi kondensator Pemeriksaan kondensator amat lah mudah apa bila terjadi lancatan api di platina ini di karenakan kondensator anda sudah tidak layak pakai, ganti kondensor anda atau ada cara lain yaitu cangkok kondensor dengan kondensor lainnya atau sistem kondensatornya di double dengan ukuran kapasitas kondensor yang sama 2 farad, Yang terakhir adalah cek spul pengapian anda masih layak pakai atau harus di gani degngan yang baru, tanda spul pengapian rusak, biasanya kumparan spul lecet, gulungan spul kendor, spul putus.
Apabila semuanya stabil maka anda wajib memeriksa nap puur atau ketepatan pengapian tapi sebelumnya lihat dulu kondisi spi magnet patah atau tidak juga lihat kondisi rotor masih bagus atau sudah tidak, ukuran nap puur adalah 21 drajat sebelum titik mati poros atau kondisi pala seher di atas.
iii. Motor macet tidak bisa starter Ini adalah suatu trable mesin yang lebih fatal biasanya hal ini terjadi di kerenakan lakher atau BEARING ada yang rusak, stang sekher atau CONECTING ROOD rusak, ring sekher patah, sekher atau PISTON tidak layak pakai, perangkat di gear bok ada yang patah, PER GIGI PRIMER rontok, PLAT KOPLING yang sudah tidak layak pakai. GIGI STATER ompong atau rontok. Proses penyelesainnya harus turun mesin dan kita harus bongkar semua perangkat mesin agar lebih mudah pengecekan nya. Apabila dalam pengecekan perangkat ternyata ada yang rusak lebih baiknya kita ganti dengan yang baru, untuk menjaga hal-hal yang tidak di inginkan yang bisa saja nanti terjadi di dalam kita mengoprasikan kendaraan
kita di jalan.
iv. Motor tidak nyaman di kendarai atau goyang Dalam kondisi ini diluar dari pada mesin kecuali perangkat penunjang dan stabizer getaran atau karet mesin, masalah ini menyangkut kenyamannan kita dalam berkandara karna semua ini akan berdampak langsung dalam SAFETY REEDING keselamatan kita terancam bila hal ini di biarkan. Adapun panenggulangnganya sbb:
cek kondisi kelayakan ban dan pelek, bila ban botak harus ganti kondisi pelek pun harus stabil jangan ada speleng atau goyang Cek kondisi as ayun masih layak pakai atau tidak, biasanya dalam kondisi ini pala babi depan akan goyang apa bilia as ayun rusak, semua itu berdampak langsung pada sistem kendali kendaraan anda, Cek lassan bodi pada titik tumpu seperti, DEK MOTOR, TULANG BUAYA, LUBANG AS MESIN, TUMPUAN SOK BLAKANG, DLL. Bila terjadi keropokan pada bodi jangan biarkan hal itu berlarut karna akan berakibat kerusakan bodi yang lebih fatal bahkan pernah terjadi notaor tiba tiba patah. Cek kondisi STABIZER GETARAN atau karet-karet mesin dan shokbreker juga MOUNTING sok blakang, bila terlihat sudah usang atau rusak harus cepat-cepat di ganti. Cek SOKBREAKER, apa bila sok breker sudah lemah baik pernya atau sok wajib untuk kita ganti, jangan lupa kondisi mur roda baik depan maupun belakang dalam kondisi kencang dan terkunci paku pengunci. Jangan sekali kali anda pertaruh kan nyawa anda hanya karena malas untuk memperbaikinya.

Rabu, 30 Juli 2014

Latar Belakang dan Permasalahan


A. Latar Belakang dan Permasalahan

        Sepeda motor memiliki sejarah yang sangat panjang di Indonesia, sudah hadir sejak negara ini masih berada di bawah penjajahan Belanda dan masih bernama Hindia Belanda. Sepeda motor hadir di Indonesia sejak tahun 1893, dan orang pertama yang memiliki sepeda motor adalah John C. Potter, masinis pertama di pabrik gula Oemboel Probolinggo, Jawa Timur.

1. John C. Potter memesan sendiri sepeda motor itu ke pabriknya, Hildebrand und Wolfmüller, di Muenchen, Jerman. Sepeda motor rakitan Hildebrand und Wolfmüller belum menggunakan rantai, roda belakang digerakkan secara langsung oleh kruk as (crankshaft), sepeda motor ini belum menggunakan persneling, magnet, aki (accu), koil, dan kabel listrik.

2. Sepeda motor adalah kendaraan roda dua yang paling digemari masyarakat Indonesia. Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), jumlah sepeda motor yang ada di Indonesia hingga tahun 2005 adalah sebanyak 35 juta unit. Pada tahun 2005 angka penjualan sepeda motor mencapai 4,6 juta unit, sedangkan pada tahun 2004 penjualan mencapai 3.900.664 unit, sementara pada tahun 2003 penjualan sepeda motor mencapai 2.823.702 unit. Data ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan sepeda motor, setiap tahun naik rata-rata 38,14 persen.

3. Indonesia tercatat sebagai pangsa sepeda motor terbesar ke tiga setelah China dan India. Rata-rata pertambahan sepeda motor di China per tahun adalah sekitar 12 juta unit, India sebesar 6.5 juta unit, dan Indonesia 5 juta unit.
Salah satu faktor utama pendorong sektor otomotif sepeda motor adalah kemudahan untuk memperoleh sepeda motor, dengan uang muka Rp 500.000,00 masyarakat dapat memperoleh sepeda motor baru melalui kredit. Tumbuhnya lembaga-lembaga keuangan nonbank yang menawarkan kredit kepemilikan sepeda membantu perkembangnan industri otomotif sepeda motor. Mereka berlomba menawarkan kredit dengan suku bunga yang semakin murah.

4. Balap motor adalah olahraga otomotif yang menggunakan sepeda motor. Balap motor road race merupakan olahraga otomotif yang cukup popular di IndonesiaIkatan Motor Indonesia merupakan satu-satunya organisasi olahraga kendaraan bermotor yang telah diakui oleh Federation International del’Automobile (FIA), Federation International of Motorcycle (FIM) dan Commission du Karting (CIK) (induk Organisasi Olahraga Kendaraan Bermotor Dunia) serta Komite Olahraga Nasional Indonesia KONI (induk Organisasi Olahraga Indonesia), yang berhak dan berwenang untuk mengawasi dan memimpin seluruh kegiatan perlombaan-perlombaan kendaraan bermotor di Indonesia.

5. Suatu perlombaan yang bersifat nasional dapat diselenggarakan baik oleh IMI atau IMI daerah, maupun klub yang mendapat wewenang atau izin dari IMI. Para pesertanya dapat terdiri atas peserta dalam dan luar negeri, tergantung pada sifatnya, yang memiliki Kartu Izin Start (KIS) Internasional atau Kartu Izin Start IMI daerah serta dapat memakai peraturan internasional atau peraturan nasional. Peraturan perlombaan dibuat oleh masing-masing komisi untuk tiap-tiap olahraga kendaraan bermotor, berdasarkan peraturan internasional yang dikeluarkan oleh FIA, FIM atau CIK, yang disesuaikan dengan keadaan Indonesia, dan ditetapkan oleh IMI. Peraturan perlombaan ini merupakan peraturan yang bersifat nasional dan harus digunakan dalam tiap perlombaan di Indonesia

6. Tenaga mekanik sepeda motor merupakan bagian dari masyarakat yang terus berkembang dan mengikuti perkembangan teknologi. Kehidupan tenaga mekanik sepeda motor ini sangat menarik untuk diteliti, karena selalu berkembang mengikuti perubahan perkembangan balap sepeda motor. Keberhasilan seorang pembalap tidak pernah terlepas dari dukungan tim mekanik. Dari sinilah penulis mengangkat penelitian dengan judul “Pelaksanaan Kejuaraan Nasional Road Race Kelas Bebek 110 cc 2 Langkah Tune Up dan Pengaruhnya Terhadap Penghasilan Tenaga Mekanik Sepeda Motor di Kota Semarang Tahun 2001-2005”.
Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini mengemukakan beberapa pertanyaan sebagai berikut.
Bagaimanakah pelaksanaan kejuaraan nasional road race kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up antara tahun 2001-2005?
Mengapa Kota Semarang tidak bisa menghasilkan pembalap yang menjuarai kejuaraan nasional road race di Indonesia atau memiliki pembalap road race berprestasi di tingkat nasional pada tahun 2001-2005?
Bagaimanakah pengaruh pelaksanaan kejuaraan nasional road race kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up terhadap penghasilan tenaga mekanik sepeda motor di Kota Semarang pada tahun 2001-2005?B. Ruang Lingkup Dalam penelitian sejarah, ruang lingkup sangat diperlukan mengingat luasnya masalah dalam kehidupan masyarakat. Setiap peneliti sejarah senantiasa dituntut untuk menentukan lingkup waktu dan tempat yang diteliti agar diperoleh suatu kejelasan yang utuh dan mendalam.
Penulisan skripsi yang berjudul “Perkembangan Kejuaraan Nasional Road Race Kelas Bebek 110 cc 2 Langkah Tune Up dan Pengaruhnya Terhadap Penghasilan Tenaga Mekanik Sepeda Motor Kota Semarang Tahun 2001-2005” ini dibatasi menjadi tiga ruang lingkup yaitu:
a.Lingkup geografis (spasial) 
b.Lingkup waktu (temporal)
c.Lingkup keilmuan.
Ruang lingkup spasial adalah batasan wilayah tempat penelitian dilaksanakan atau difokuskan. Ruang lingkup spasial dalam penelitian ini dibatasi pada Kota Semarang. Alasan pengambilan wilayah itu adalah bahwa Kota Semarang merupakan daerah yang mengalami perkembangan kejuaraan nasional road race kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up yang signifikan, baik perkembangan teknologi road race, mekanik, maupun tim road race. Selain itu Kota Semarang juga memiliki Sirkuit Tawang Mas yang menjadi faktor pendukung perkembangan road race. Dari semua faktor pendukung tersebut, mengapa Kota Semarang tidak bisa menghasilkan pembalap yang menjuarai kejuaraan nasional road race di Indonesia atau memiliki pembalap road race berprestasi di tingkat nasional pada tahun 2001-2005.
Lingkup temporal atau pembatasan waktu penelitian ini adalah tahun 2001 sampai dengan tahun 2005. Pembahasan dimulai tahun 2001 dengan pertimbangan bahwa pada permulaan tahun tersebut, mulai dilaksanakan Kejuaraan Nasional Road Race Kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up dengan sistem region.

7. Tahun 2005 diambil sebagai batasan akhir penelitian karena tahun ini merupakan tahun terakhir pelaksanaan Kejuaraan Nasional Road Race Kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up

8. Lingkup keilmuan penulisan ini adalah sejarah sosial ekonomi yang bersifat lokal, karena membahas permasalahan tentang pengaruh pelaksanaan kejuaraan nasional road race terhadap penghasilan tenaga mekanik sepeda motor di Kota Semarang.

9. Sejarah sosial ekonomi menguraikan gejala-gejala yang terjadi di sekitar permasalahan sosial ekonomi masa lalu.8

B. Tinjauan Pustaka
Sebagai acuan untuk menganalisis permasalahan, digunakan buku karya Edward K. Morolok, yang berjudul Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi.

10 Buku ini membahas masalah transportasi mulai dari perencanaan, mendesain, dan mengoperasikan suatu sistem transportasi. Pembahasannya ditekankan pada prinsip-prinsip dan metode yang dapat diterapkan untuk semua jenis transportasi, baik transportasi penumpang maupun barang yang disertai dengan ramalan terhadap lingkungan alamiah dan sosial ekonomi. Acuan sejarah yang diambil didasarkan pada hubungan antara sistem transportasi dan lingkungan yang harus dilayani. Selain itu juga dibahas prinsip-prinsip organisasi transportasi, baik milik pemerintah maupun swasta. Dalam bagian lain juga dibahas pentingnya transportasi dalam masyarakat modern dan pengaruh-pengaruh potensial perubahan sistem transportasi terhadap kegiatan manusia dan struktur sosial.

11. Buku ini memberikan data-data mengenai pengaruh yang ditimbulkan alat transportasi terhadap lingkungan, kehidupan sosial dan ekonomi. Buku ini digunakan untuk menganalisis pengaruh kendaraan bermotor atau alat transportasi terutama sepeda motor terhadap kehidupan sosial ekonomi mekanik sepeda motor di Kota Semarang.

Pustaka ke dua merupakan hasil karya dari N. Daldjoeni yang berjudul Seluk Beluk Masyarakat Kota.

12. Buku ini terdiri atas dua bagian besar yaitu, bagian pertama menjelaskan tentang sosiologi kota dan bagian kedua menjelaskan ekologi sosial.

Kelebihan buku ini terletak pada pembagian pembahasan menjadi dua bagian yaitu bagian yang menjelaskan tentang interaksi masyarakat perkotaan sedangkan bagian lainnya menjelaskan tentang hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitar. Dengan pembagian tersebut, penulis mengetahui hal-hal yang terjadi dalam suatu masyarakat dan hubungan timbal balik antara masyarakat dengan kondisi sekitarnya, serta masalah yang terjadi di kota dan penyelesaiannya.

Buku ini sangat bermanfaat karena dapat memberikan gambaran mengenai interaksi sosial dan problem yang dihadapi masyarakat perkotaan, seperti juga yang terjadi pada masyarakat di Kota Semarang.

Pustaka lainnya yang relevan dengan penelitian ini adalah Kajian Dampak Pertumbuhan dan Perkembangan Kota Semarang Terhadap Wilayah Pinggirannya (Studi Kasus Kecamatan Mranggen, Kecamatan Ungaran dan Kecamatan Kaliwungu).

13. Pustaka ini merupakan skripsi fakultas ekonomi Universitas Diponegoro yang ditulis oleh Dominica. Dalam buku ini dibahas pertumbuhan dan perkembangan Kota Semarang dan pengaruhnya terhadap wilayah Kecamatan Mranggen, Kecamatan Ungaran dan Kecamatan Kaliwungu. Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, industri dan perdagangan mempengaruhi kehidupan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Perubahan pola kehidupan tersebut tampak dalam lapangan pekerjaan. Pertumbuhan industri telah membuka lapangan kerja yang bervariasi. Studi ini memberikan gambaran secara jelas tentang pertumbuhan dan perkembangan Kota Semarang yang dilengkapi dengan data-data statistik dan penggunaan bahasa yang mudah dimengerti serta sistematis. Laporan hasil penelitian ini sangat memberikan manfaat karena memudahkan penulis untuk memahami pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi di Kota Semarang dengan berbagai permasalahannya.

14. Pustaka lainnya adalah Peraturan Balap Motor yang dikeluarkan oleh Ikatan Motor Indonesia.

Pustaka ini berisi Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Naional meliputi: peraturan dasar tentang medik, peraturan dasar tentang disiplin dan peradilan, peraturan umum balap sepeda motor, peraturan perlombaan balap sepeda motor dan peraturan tentang teknik balap sepeda motor.

Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Nasional (selanjutnya disebut Peraturan Dasar Olahraga), adalah sekumpulan peraturan yang ditetapkan oleh PP. IMI, untuk mengatur segala kegiatan olahraga sepeda motor nasional di Indonesia

15. Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Nasional ini merupakan acuan dan landasan kegiatan olahraga balap sepeda motor yang dilakukan di seluruh Indonesia. Kejuaraan Nasional Road Race kelas bebek 2 langkah 110 cc tune up juga berlandaskan pada Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Nasional yang dikeluarkan oleh PP. IMI. Keolahragaan Nasional juga diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 yang berisi Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 89 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

16. Buku ini sangat berguna, untuk memahami dan menjelaskan peraturan-peraturan dan pelaksanaan kegiatan olahraga sepeda motor nasional di Indonesia.

Pustaka lainnya yang mendukung penelitian ini adalah Komparasi Sistem Pengapian Elektronik (CDI) Tipe AC dan DC Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Daya Sepeda Motor Honda Astrea Grand.

17. Pustaka ini merupakan skripsi fakultas teknik jurusan pendidikan teknik mesin Universitas Negeri Semarang yang ditulis oleh Andi Prasetyo. Karya ini membahas dasar-dasar mesin, prinsip kerja konstruksi dasar mesin dan cara kerja sistem pengapian elektronik tipe AC dan DC serta komponen-komponen yang menunjang kerja sistem pengapian. Dalam pustaka ini juga dibahas pengujian-pengujian yang dilakukan di: Laboraturium Uji Performa, Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu dengan merangkum fenomena-fenomena terukur yang telah dilakukan

18. Pustaka ini digunakan untuk memahami dan menjelaskan perkembangan Kejuaraan Nasional Road Race kelas bebek 2 langkah 110 cc tune up tahun 2001-2005, yang juga disertai dengan perkembangan teknologi mesin balap sepeda motor yang terus berubah.

Pustaka terakhir yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kaji Eksperimental Pengaruh Jumlah Reaktor Pengapian (ignition) Terhadap Reduksi Gas Buang CO Pada Sepeda Motor 2 Tak.

19. Pustaka ini merupakan skripsi fakultas teknik jurusan teknik mesin Universitas Diponegoro yang ditulis oleh Teguh Prihanto. Karya ini membahas cara kerja mesin 2 tak, konsep pembakaran, bahan bakar bensin dan jenis pembakaran.

Dalam bagian lain juga dijelaskan tentang reaksi pembakaran, yaitu reaksi kimia antara bahan bakar dan oksigen yang diperoleh dari udara yang menghasilkan panas dan berlangsung sangat cepat. Reaksi tersebut akan menghasilkan produk hasil pembakaran yang komposisinya tergantung pada kualitas yang terjadi. Pada motor otto, campuran bahan bakar tersebut dinyalakan dalam silinder oleh percikan api listrik dari busi pada akhir langkah kompresi.

20. Buku ini bermanfaat untuk dikaji karena memberikan data-data mengenai mesin 2 tak yang disertai dengan uji performa terhadap reaksi pembakaran pada mesin 2 tak. Buku ini digunakan untuk menganalisis perkembangan teknologi mesin pada Kejuaraan Nasional Road Race kelas bebek 2 langkah 110 cc tune up.

C. Kerangka Teoretis dan Pendekatan

Guna memepertajam analisis terhadap permasalahan ini digunakan pendekatan ilmu sosial yaitu ilmu Sosiologi dan Ekonomi. Dari Sosiologi dipinjam konsep perkembangan yaitu suatu proses perubahan yang berjalan secara terus menerus dan terdorong oleh kekuatan dari dalam dan dari luar ke arah yang lebih baik.

21. G. Kartasapoetra mengidentikkan perkembangan dengan istilah pembangunan yaitu urutan dari berbagai perubahan yang sistematis.

22. Perkembangan menerangkan pertumbuhan dalam arti perubahan dan selanjutnya menerangkan perubahan dalam arti pertumbuhan. Perkembangan sering membawa perubahan-perubahan, demikian pula perubahan mengakibatkan perkembangan. Perkembangan dalam pengertian ini diartikan sebagai perihal bertambah besar, menjadi luas, dan maju atau mengalami kemajuan.

23. Perkembangan juga terjadi dalam Kejuaraan Nasional Road Race kelas bebek 2 langkah 110 cc tune up, yaitu suatu perlombaan yang bersifat nasional yang diselenggarakan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) atau IMI daerah. Pesertanya adalah pembalap dari seluruh Indonesia yang telah memiliki Kartu Izin Start (KIS) yang dikeluarkan oleh PP IMI atau Pengda IMI dengan menggunakan sepeda motor bebek (underbone) bermesin 2 tak produksi / rakitan negara Asia, yang telah dimodifikasi / tune up sesuai ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Dasar Olahraga Sepeda Motor Nasional yang dikeluarkan oleh PP. IMI.

24. Untuk mengkaji pengaruh perkembangan kejuaraan nasional road race kelas bebek 2 langkah 110 cc tune up terhadap kehidupan sosial ekonomi tenaga mekanik sepeda motor setempat diperlukan pemahaman terhadap konsep pengaruh. Pengaruh ialah daya yang timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.

25. Pengaruh kejuaraan nasional road race kelas bebek 2 langkah 110 cc tune up terhadap kehidupan ekonomi tenaga mekanik sepeda motor Kota Semarang dapat dilihat antara lain melalui peningkatan penghasilan dan penyediaan lapangan kerja. Dari berbagai tinjauan dan literatur, pengertian kota juga dapat diuraikan sebagai berikut:

26. Secara administratif, kota adalah suatu “wilayah kewenangan” yang dibatasi oleh batasan administratif atas dasar ketentuan perundangan yang berlaku.
Secara fungsional, kota diartikan sebagai pusat berbagai kegiatan fungsional yang didominasi oleh fungsi jasa, distribusi, dan produksi non pertanian. Ciri utama kota adalah keberadaan pemerintahan, pasar dan jasa pengangkutan.
Secara ekonomi, kota merupakan konsentrasi penduduk yang memiliki kegiatan usaha dengan dominasi sektor non pertanian, seperti industri, perdagangan, pengangkutan, perkantoran dan jasa, yang bersifat heterogen.
Secara budaya, kota merupakan pusat budaya.
Secara geografis, kota merupakan suatu pemusatan penduduk yang kegiatan usahanya akan mengambil lokasi yang memiliki nilai strategis secara ekonomi, sosial, dan fisiografis.

Pengaruh perkembangan kejuaraan nasional road race kelas bebek 2 langkah 110 cc tune up terhadap kehidupan ekonomi mekanik sepeda motor Kota Semarang dapat dilihat pada penyediaan lapangan kerja dan peningkatan penghasilan. Ilmu bantu selanjutnya yang digunakan untuk ini adalah ilmu teknik mesin. Teknik mesin adalah ilmu yang mempelajari suatu alat yang dapat merubah energi air, angin, panas, listrik, atau tenaga atom menjadi energi mekanik (tenaga gerak)

27. Ilmu teknik mesin sangat diperlukan dalam penelitian ini karena permasalahan yang diteliti adalah mengenai perkembangan dunia otomotif, khususnya balap sepeda motor.

D. Metode Penelitian

28. Metode yang digunakan adalah metode sejarah kritis, yang dilakukan melalui empat tahapan, yaitu:
Heuristik, yaitu kegiatan mencari dan mengumpulkan sumber sejarah sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan sejarah dibedakan menjadi dua, yaitu:
Sumber primer yang diperoleh melalui riset pustaka yang meliputi dokumen-dokumen atau arsip-arsip, dan sumber lisan yang diperoleh dari wawancara terhadap orang yang dianggap mengerti tentang permasalahan yang diteliti.
Sumber sekunder merupakan sumber tambahan untuk melengkapi data-data yang tidak diperoleh dari sumber primer, contohnya berita tertulis yang sejaman dan relevan dengan permasalahan yang diteliti, dan berbagai literatur.
Kritik yaitu kegiatan pengujian terhadap sumber sejarah baik berupa kritik ekstern maupun kritik intern. Kritik ekstern bertujuan untuk mengetahui asli atau tidaknya sumber (uji autentitas), sedangkan kritik intern dilakukan untuk menguji kredibilitas suatu sumber apakah kebenaran pernyataan sungguh-sungguh dapat dipercaya.
Interpretasi atau penafsiran terhadap fakta-fakta dengan menetapkan hubungan antara fakta-fakta melalui bantuan imajinasi dan teori.
Historiografi atau penulisan sejarah yang bersifat kronologis, logis, utuh, dan ilmiah.

E. Sistematika Penulisan
Dalam sistematika penulisan disajikan pokok-pokok bahasan sebagai berikut:

Bab I memuat uraian tentang latar belakang dan permasalahan, ruang lingkup baik spasial, temporal maupun keilmuan, tinjauan pustaka, pendekatan yang digunakan, metode penelitian dan penggunaan sumber, serta sistematika penulisan.

Bab II berisi penjelasan tentang awal kejuaraan nasional road race kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up sistem region tahun 2001-2005 yang meliputi latar belakang dibentuk sistem region, pembagian region kejuaraan nasional road race di Indonesia, peraturan kejuaraan nasional road race sistem region, ketidaktahuan dan pendapat pembalap, mekanik serta pengurus kejuaraan nasional road race tentang sistem region.

Bab III memuat pembahasan tentang pelaksanaan kejuaraan nasional road race kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up sistem region tahun 2001-2005 yang meliputi kasus-kasus dalam penyelenggaraan kejuaraan nasional road race di tingkat region tahun 2001-2005, penyelenggaraan final kejuaraan nasional road race di Sirkuit Sentul tahun 2001-2005, teknologi road race tahun 2001-2005, kendala perkembangan road race di Kota Semarang tahun 2001-2005, dan penghapusan kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up dari kejuaraan nasional road race Indonesia.

Dalam Bab IV dibahas mengenai pengaruh pelaksanaan kejuaraan nasional road race kelas bebek 110 cc 2 langkah tune up terhadap tenaga mekanik sepeda motor di Kota Semarang, yang mencakup pengaruhnya dalam bidang penyediaan lapangan pekerjaan dan peningkatan penghasilan masyarakat khususnya tenaga mekanik sepeda motor di Kota Semarang.
Bab V berisi kesimpulan yang merupakan jawaban dari permasalahan yang dirumuskan dalam BAB I.

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Tercetak, Arsip

Anonim, Undang-Undang Republik Indonesia No 3 Tahun 2005 keputusan Presiden Republik Indonesia No 89 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (Jakarta: 2005).

Badan Pusat Statistik, Indikator Ekonomi Kota Semarang Tahun 2002.
Buku dan Artikel

Abdullah, Taufik, Sejarah Lokal di Indonesia (Yogyakarta: UGM Press, 1985).
Anonim, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pustaka, 1996).
Arends, Berenscot, Motor Bensin (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1980)

Boentarto, Cara Pemeriksaan, Penyetelan dan Perawatan Sepeda Motor (Yogyakarta: Andi Offset, 1993).

Daldjoeni, Seluk Beluk Masyarakat Kota: Pusparagam Sosiologi Kota (Bandung: Alumni, 1982).

Dominica, “Kajian Dampak Pertumbuhan dan Perkembangan Kota Semarang Terhadap Wilayah Pinggirannya (Studi Kasus Kecamatan Mranggen, Kecamatan Ungaran dan Kecamatan Kaliwungu)” (Skripsi pada Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang, 2005).

Gottschalk, Louis, Mengerti Sejarah, Dialih Bahasakan oleh Nugrogoho Notosusanto (Jakarta: UI Press, 1975).

Huang, Tomy, “Intelligent Book”, (online),dikunjungi 3 November 2006).

Indonesia, Ikatan Motor, Peraturan Balap Motor (tanpa nama kota terbit dan nama penerbit, 2002).

Kartasapoetra, Kamus Sosiologi dan Kependidikan (Jakarta: Bumi Aksara. 1992).

Koentjaraningrat, Metodologi Penelitian Masyarakat (Jakarta: Gramedia, 1997).

Kuntowijaya, Metodologi Sejarah (Yogyakarta: UGM Press, 2003).

Morolok, Edward, Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1988).

Motor, Yamaha, Yamaha Technical Academy (Indonesia: Yamaha Motor Kencana Indonesia, 2000).

Polak, Major, Sosiologi Suatu Pengantar (Jakarta: Ikhtisar Baru Van Hoeve, 1982).

Prasetyo, Andri, “Komparasi Kinerja Sistem Pengapian Elektronik (CDI) Tipe AC dan DC Terhadap
Konsumsi Bahan Bakar dan Daya Sepeda Motor Honda Astrea Grand” (Skripsi pada Fakultas Teknik Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang, 2007).

Prihanto, Teguh, “Kaji Eksperimental Pengaruh Jumlah Reaktor Pengapian (ignition) Terhadap Reduksi Gas Buang CO Pada Sepeda Motor 2 Tak” (Skripsi pada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro Semarang, 2005).

Taneka, Soeleman, Struktur dan Proses Sosial (Jakarta: Rajawali, 1986).

Winardi, Pengantar Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi, (Bandung: Alumni, 1982).

Yusuf, Edy dan Mulyo Hendarto, Perkembangan Potensi Kecamatan Perbatasan sebagai Daerah Penyangga Perkotaan (Semarang: Lembaga Penelitian Universitas Diponegoro, 1994).

Surat Kabar dan Majalah
Motor Plus, edisi Sabtu 8 Oktober 2000.

Motor Plus, edisi Sabtu 12 Oktober 2000.

Motor Plus, edisi Sabtu 22 November 2000.

Motor Plus, edisi Sabtu 16 Desember 2000.

Motor Plus, edisi Sabtu 30 Desember 2000

Motor Plus, edisi Sabtu 27 Januari 2001.

Motor Plus, edisi Sabtu 6 Januari 2005

Motor Plus, edisi Sabtu 26 November 2005.

Motor Plus, edisi Sabtu 17 Desember 2005.

1. James Luhulima., “Sejarah Sepeda Motor di Indonesia”, secara (online), dikunjungi 11 Februari 2009).
2. Crankshaft adalah bagian mesin yang berfungsi sebagai poros penerus daya hasil pembakaran dalam              ruang silinder. Magnet berfungsi membangkitkan tenaga listrik dari kumparan kabel tembaga untuk               disalurkan menuju accu. Accu merupakan alat penyimpan cadangan listrik. Koil pada sepeda motor                berfungsi untuk memperbesar arus listrik.
3. Djoko Susilo., “Tantangan dan Dilema Penggunaan Sepeda Motor Sebagai Alat Transportasi”, (online),       dikunjungi 2 Februari 2009).
4. Road race (balap jalanan) adalah olahraga otomotif yang dilombakan di jalan beraspal.
5. Ikatan Motor Indonesia, Peraturan Balap Motor, (tanpa nama kota terbit dan nama penerbit, 2006), hlm. 6. Ibid., hlm. 9.
7. Motor Plus, 16 Desember 2000.
8. Motor Plus, 26 November 2005.
9. Winardi, Pengantar Sejarah Perkembangan Ilmu Ekonomi, (Bandung: Alumni, 1982) hlm. 51. 
10. Edward K. Morolok, Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi (Jakarta: Penerbit Erlangga,               1988), hlm 163.
11. Ibid., hlm. 166.
12. N. Daldjoeni, Seluk Beluk Masyarakat Kota: Pusparagam Sosiologi Kota (Bandung: Alumni, 1982).
13. Dominica, “Kajian Dampak Pertumbuhan dan Perkembangan Kota Semarang Terhadap Wilayah 
      Pinggirannya (Studi Kasus Kecamatan Mranggen, Kecamatan Ungaran dan Kecamatan Kaliwungu)”          (Skripsi pada Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang, 2005), hlm. 5. 
14. Ikatan Motor Indonesia, op. cit., hlm. 5. 
15. Ibid., hlm. 7.
16. Anonim, Undang-Undang Republik Indonesia No 3 Tahun 2005 keputusan Presiden Republik Indonesia       No 89 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (Jakarta: 2005). 
17. Andri Prasetyo, “Komparasi Kinerja Sistem Pengapian Elektronik (CDI) Tipe AC dan DC Terhadap           Konsumsi Bahan Bakar dan Daya Sepeda Motor Honda Astrea Grand” (Skripsi pada Fakultas Teknik        Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang, 2007), hlm. 2.
18. Ibid., hlm. 25.
19. Teguh Prihanto, “Kaji Eksperimental Pengaruh Jumlah Reaktor Pengapian (ignition) Terhadap Reduksi         Gas Buang CO Pada Sepeda Motor 2 Tak” (Skripsi pada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin                 Universitas Diponegoro Semarang, 2005), hlm. 5.
20. Berenscot Arends, Motor Bensin (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1980), hlm. 98.
21. Major Polak, Sosiologi Suatu Pengantar (Jakarta: Ikhtisar Baru Van Hoeve, 1982), hlm. 405.
22. G. Kartasapotra, op. cit., hlm. 78.
23. Ibid., hlm. 77.
24.  Ikatan Motor Indonesia, passim. Sepeda motor bebek (underbone) adalah jenis sepeda motor yang             sasisnya menggunakan konstruksi rangka bawah. 
25. Anonim, Kamus Besar bahasa Indonesia (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Balai               Pustaka, 1996), hlm. 207.
26. Eddy Yusuf dan Mulyo Hendarto, Perkembangan Potensi Kecamatan Perbatasan sebagai Daerah                 Penyangga Perkotaan (Semarang: Lembaga Penelitian Universitas Diponegoro, 1994) , hlm. 15.
27. Yamaha Motor, Yamaha Technical Academy, (Indonesia: Yamaha Motor Kencana Indonesia, 2000),         hlm. 12.
28. Louis Gottschalk, Mengerti Sejarah, Dialih Bahasakan oleh Nugroho Notosusanto (Jakarta: UI Press,           1975), hlm. 15.