Rabu, 13 Agustus 2014

MESIN FRAIS HORIJONTAL

MESIN FRAIS


       Dalam tentang konstruksi mesin Frais , prinsip kerja mesin frais dan pengoperasian mesin frais Konstruksi mesin Frais, prinsip kerja mesin frais, pengoperasian mesin frais,
7.1 Konstruksi Mesin Frais                  

Proses milling atau frais adalah proses penyayatan pada permukaan benda kerja dengan menggunakan cutter (penyayat) yang mempunyai banyak sisi potong. Pengerjaan milling atau frais dikerjakan dengan mesin frais, mesin ini dapat digunakan untuk pengerjaan bidang-bidang rata, alur, lubang-lubang pasak, alur ekor burung, pembuatan roda gigi dan lain-lain. Bentuk dan ukuran dari produk yang dihasilkan merupakan dasar dari konstruksi beberapa jenis mesin frais Macam mesin frais diantaranya adalah mesin frais horizontal, mesin frais vertikal, danmesin frais universal

Mesin frais Horizontal (Gambar 7.1.1) adalah mesin frais yang mempunyai ciri yaitu poros utama yang horizontal, yang mempunyai bantalan pada sebuah konstruksi rangka. Meja mesin dapat diatur posisinya memanjang dan melintang karena poros utama tidak dapat disetel posisinya. Bagian utama mesin jenis ini poros arbor yang terpasang horizontal pada lengan dan merupakan dudukan pisau frais Add caption.

Add caption
Perbedaan antara mesin frais vertikal dengan mesin frais horizontal adalah terletak pada poros utama yang dapat disetel secara aksial, sehingga poros mesin frais ini dapat diserongkan menyesuaikan pengerjaan yang diperlukan untuk benda kerja. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 7.1.2. Jenis lainnya adalah mesin frais universal yang memiliki bagian lebih kompleks sehingga dapat diubah-ubah fungsinya, diantaranya adalah untuk frais muka, frais datar, frais spiral, pembuatan roda gigi, pengeboran dan reaming, boring, pembuatan alur dan lain lain. Sifat pokok dari mesin ini adalah meja mesin yang dapat diputar kekanan dan kekiri sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
7.2 Prinsip kerja mesin frais Prinsip kerja mesin frais adalah menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama untuk memutar pisau frais. Motor listrik terpasang pada bagian belakang mesin di hubungkan dengan spindle pisau frais melalui susunan roda gigi pada gearbox. Ada beberapa susunan roda gigi yang digunakan untuk mengatur kecepatan putaran pisau frais. Putaran motor penggerak pada mesin frais juga diteruskan oleh susunan roda gigi yang selanjutnya memutar poros berulir yang digunakan untuk untuk gerakan manual sehingga meja secara otomatis dapat bergerak ke arah melintang.
       Pemilihan pisau frais disesuaikan dengan profil pengerjaan yang akan dilakukan. Pisau frais yang sudah tumpul akan menghasilkan ukuran yang tidak teliti pada saat pemakanan benda kerja dan hasil penyayatannya cenderung kasar. Untuk pisau frais yang tumpul dapat diasah lagi. Pengaturan kecepatan yang tidak sesuai dan pemakanan terlalu dalam juga mengakibatkan pisau frais cepat arus
Pengecekan ketegak lurusan dari ragum penjepit benda kerja perlu dilakukan karena menentukan hasil pemakanan dari pisau frais .Selain dari kesalahan pemasangan, hasil pemakanan yang miring juga disebabkan karena posisi ragum yang tidak benar.Putaran dari pisau frais tidak boleh oleng lebih dari 0.05 mm. Untuk pengecekan ini digunakan dial indicator yang disentuhkan ke pisau . Kemudian spindle dari pisau frais diputar secara berlahan-lahan dengan tangan berlawanan dengan putaran potong .Penyetelan posisi pisau frais horizontal harus diusahakan sedekat mungkin jaraknya denqan kepala spindle dan jarak antara dudukan arbor dengan kepala spindle yang pendek agar poros tidak bengkok saat pemakanan. Untuk mengatur posisi pisau frais ini dengan memindahkan ring pada poros arbor.
Jumlah putaran yang digunakan pada pisau frais tergantung dari kecepatan potong dan diameter mata pisau. Kecepatan potong pisau adalah jarak yang ditempuh oleh salah satu gigi dalam meter/menit.. Jika kecepatan potong yang dipakai terlalu tinggi maka pisau frais akan cepat tumpul, sedangkan jika kecepatan terlalu rendah maka kemampuan potongnya rendah. Rumus untuk menentukan putaran yang dipakai adalah : Untuk menyetel putaran pisau yang akan digunakan, dilakukan dengan memindahkan tuas pengatur puatan. Pemindahan tuas ini tidak boleh dilakukan pada saat mesin dihidupkan karena dapat merusak roda-gigi pada gearbox.
Pengoperasian mesin frais diawali dengan memasang benda kerja pada ragum atau penjepit benda kerja lainya. Proses pemasangan benda kerja ini dapat dilakukan dengan memukul perlahan benda dengan palu plastik dengan mengencangkan ragum agar benda kerja terpasang dengan baik dan rata atau sejajar .Setelah benda kerja terpasang dengan benar, langkah selanjutnya adalah menggeser posisi benda dibawah pisau cutter untuk mencari titik nol atau mengatur kedalaman pemakanan dari pisau frais. Proses pengaturan posisi benda kerja dengan menggeser meja ke arah memanjang atau melintang. Putaran spindle frais disesuaikan dengan bahan dari benda kerja dan diameter pisau frais.Pada gambar 7.3.3.5, proses penyettingan pisau frais dilakukan dengan menyentuhkan ke benda kerja dengan menaikan meja kerja atau menurunkan pisau dengan posisi mesin dihidupkan. Ini dilakukan untuk menentukan titik nol pemakanan. Untuk mempermudah dapat menggunakan kertas yang dibasahi dan diletakkan pada benda kerja tepat dibawah pisau, kemudian pisau disentuhkan.Setelah penyetingan pahat, mesin dimatikan kembali dan benda kerja digeser ke arah memanjang atau melintang sampai pisau bebas dari benda kerja. Langkah selanjutnya adalah mengatur kedalaman pemakanan dengan menaikkan meja mesin. Selanjutnya mesin dapat dihidupkan dengan menekan tombol On dan proses pemakanan dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi pada meja kerja maka meja mesin harus selalu terjaga kebersihannya, setelah digunakan permukaan dari meja kerja harus dibersihkan dari debu maupun beram dari pengerjaan benda kerja dengan menggunakan kuas dan dilumasi dengan oli .Alur-alur pada meja mesin yang berfungsi dudukan baut penjepit harus bersih dari debu maupun uap air agar tidak terkena korosi. Proses pembersihan ini dilakukan dengan menggunakan kuas kemudian dilumasi dengan oli untuk melindungi dari debu dari uap air penyebab korosi pada alur meja untuk gerakan ke samping juga perlu dibersihkan dari debu maupun beram secara berkala dan dilumasi untuk mencegah korosi dan me ja dapat bergerak kesamping dengan lancar.kemudian pada alur meja yang digunakan sebagai jalur gerakan maju mundur dari meja mesin juga harus terjaga kebersihan agar pergeseran meja ke arah maju mundur dapat lancar. Untuk membersihkannya dengan menggunakan kuas dan dilumasi untuk mencegah terjadinya korosi akibat debu dan uap ai.
Pada poros handle pemutar yang penggerakan  meja maju mundur terdapat nipel yang menandakan harus diberi pelumasan secara berkala agar putaran dari handle tetap lancar dan untuk mencegah korosi pada poros handelnya  Pada mesin frais horizontal poros arbor maupun ring arbor harus dijaga kebersihannya dan perlu dilakukan pelumasan agar permukaan poros tetap halus sehingga dapat berputar dengan baik, ring arbor mudah dilepas dan terhindar dari karat poros spindle arbor pada mesin frais vertikal adalah bagian yang bergesekan karena gerakan naik turun dari spindel dan putaran pisau. Pelumasan dan pembersihan kotoran pada poros spindle perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi pada permukaan spindle sehingga dapat digerakan dengan lancar.
Pada peyangga meja mesin frais erdapat ulir berfungsi dmeja mesin naik turun. Pemberian pelumas pada ulir penopang meja mesin untuk gerakan naik turun perlu dilakukan agar proses naik turun meja mudah dan ringan juga untuk mencegah adanya korosi .untuk mesin frais horizontal, pada dudukan poros arbor terdapat oli pelumas yang berfungsi melumasi komponen akibat putaran dari poros arbor. Pengecekan oli pelumas pada dudukan poros arbor dapat dilakukan dengan melihat indicator level oli.Selain melakukan pelumasan dan menjaga kebersihan dari mesin, preventive maintenance pada mesin frais juga meliputi pengecekan baut-baut yang longgar. Mur dan baut pada mesin ini yang rawan longgar adalah baut pengikat pada penjepit atau ragum dan baut pengikat pisau mesin maupun mur pengikat ring pada poros arbor.Penyediaan suku cadang yang harus disiapkan untuk mesin frais ini diantaranya adalah pisau frais dan belt motor, karena bagian ini merupakan komponen yang rawan terhadap kerusakan. Penyediaan suku cadang ini dimaksudkan agar jika terjadi kerusakan pada komponen tersebut dapat segera ditangani sehingga proses produksi tidak terhambat.Kerusakan - kerusakan pada mata pisau frais sering tejadi karena salah dalam penggunaan. Kesalahan tersebut dapat disebabkan penggunaan putaran mesin yang tidak sesuai dengan diameter pisau dan jenis benda kerja, proses pemakanan dari benda kerja yang terlalu tebal, atau terlalu cepat dalam pemakanan. Pisau frais yang aus dapat diasah dengan menggunakan gerinda asah khusus.Kerusakan pada ragum biasanya terjadi akibat dari penggunaan palu besi dalam penyettingan benda kerja. Hal tersebut mengakibatkan ragum menjadi longgar (kocak) dan cacat. Untuk mencegah hal tersebut maka pada penyetingan benda kerja mengguna kan palu kayu atau palu plastik.Prosedur untuk melepas mata pisau frais horizontal adalah terlebih dahulu melepas dudukan arbor pisau dengan mengendorkan baut pengikatnya. Setelah itu dudukan arbor ditarik dengan hati-hati karena ada olinya jangan sampai tumpah. Setelah itu mur pengunci ring arbor dilepas dan ring beserta pisau frais dapat ditarik keluar. Prosedur pemasangannya adalah dengan memasang pasak pada alur pasak di poros arbor, kemudian memasukkan pisau frais ke poros yang terpasang pasak. Untuk mengatur posisi mata pisau dapat dilakukan dengan menambah atau mengurang ring arbor. Kemudian memasang kembali dudukan arbor pada alur lengan dan poros arbor masuk ke dudukan abor, kemudian baut pengikat dudukan dikencangkan. Mur pengunci pisau dikeraskan pada saat dudukan arbor sudah terpasang dan jarak antara pisau dengan penyangga serta kepala spindle harus tetap pendek untuk mencegah poros menjadi bengkok.Prosedur melepas pisau frais vertikal diantaranya dengan cara mengendorkan mur pengikat diatas kepala spindel kemudian memukul perlahan baut diatas kepala spindel hingga arbor beserta pisau terlepas. Saat dipukul, pisau frais harus ditahan agar tidak lepas secara tiba-tiba.Ragum penjepit benda kerja mesin frais dipasang pada meja kerja menggunakan 2 buah baut pengikat disamping ragum .Untuk melepas ragum, mur pengikat dilepas dan ditarik dari alur meja, kemudian ragum diangkat dengan hati-hati karena berat. Untuk memasangnya kembali dengan meletakan ragum pada meja mesin dengan hati-hati, kemudian baut T dimasukan dalam alur meja mesin dan dimasukan dalam celah baut pada ragum, kemudian mur pengikat dikencangka.

Jumat, 01 Agustus 2014

TIPE - TIPE TATA LETAK


KEPENTINGAN STRATEGIS KEPUTUSAN TATA LETAK

Tata letak merupakan satu keputusan penting yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan dalam kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya, serta kualitas lingkungan kerja, kontak pelangga, dan citra perusahaan. Tata letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai sebuah strategi yang menunjang diferensiasi, biaya rendah, atau respon cepat. Tujuan strategi tata letak adalah untuk membangun tata letak yang ekonomis yang memenuhi kebutuhan persaingan perusahaan.

Dalam semua kasus, desain tata letak harus mempertimbangkan bagaimana untuk dapat mencapai:

1. Utilisasi ruang, peralatan, dan orang yang lebih tinggi.

2. Aliran informasi, barang, atau orang yang lebih baik.

3. Moral karyawan yang lebih baik, juga kondisi lingkungan kerja yang lebih aman.

4. Interaksi dengan pelanggan yang lebih baik.

5. Fleksibilitas (bagaimanapun kondisi tata letak yang ada sekarang, tata letak tersebut akan perlu diubah).

Semakin lama, desain tata letak perlu dipandang sebagai sesuatu yang dinamis. Hal ini berarti mempertimbangakan peralatan yang kecil, mudah dipindahkan, dan fleksibel. Rak pajangan di toko harus dapat dipindahkan, meja kantor dan partisi yang modular, dan rak di gudang dibuat di pabrik (tinggal pasang). Agar dapat mengatasi perubahan model produk secara cepat dan mudah, dan masih dalam tingkat produksi yang memadai, manajer operasi harus memberikan fleksibilitas dalam desain tata letak. Untuk mendapatkan fleksibilitas dalam tata letak, para manajer melatih pekerja mereka saling bersilang, merawat peralatan, menjaga investasi tetap rendah, menempatkan sel kerja secara berdekatan, dan menggunakan peralatan yang kecil dan mudah dipindahkan.

TIPE-TIPE TATA LETAK

Keputusan mengenai tata letak meliputi penempatan mesin pada tempat yang terbaik (dalam pengaturan produksi), kantor dan meja-meja (pada pengaturan kantor) atau pusat pelayanan (dalam pengaturan rumah sakit atau department store). Sebuah tata letak yang efektif memfasilitasi adanya aliran bahan, orang, dan informasi di dalam dan antar-wilayah. Untuk mencapai tujuan ini, beragam pendekatan telah dikembangkan. Di antara pendekatan tersebut, pada bab ini, akan dibahas enam pendekatan tata letak:

1. Tata letak dengan posisi tetap – memenuhi persyaratan tata letak untuk proyek yang besar dan memakan tempat seperti proses pembuatan kapal laut dan gedung.

2. Tata letak yang berorientasi pada proses – berhubungan dengan produksi dengan volume rendah, dan bervariasi tinggi (juga disebut sebagai “job shop”, atau produksi terputus).

3. Tata letak kantor – menempatkan para pekerja, peralatan mereka, dan ruangan/kantor yang melancarkan aliran informasi.

4. Tata letak ritel – menempatkan rak-rak dan memberikan tanggapan atas perilaku pelanggan.

5. Tata letak gudang – melihat kelebihan dan kekurangan antara ruangan dan sistem penanganan bahan.

6. Tata letak yang berorientasi pada produk – mencari utilisasi karyawan dan mesin yang paling baik dalam produksi yang kontinu atau berulang.

Oleh karena hanya beberapa dari keenam golongan ini yang dapat dimodelkan secara matematis, tata letak dan desain dari fasilitas fisik masih merupakan sebuah seni. Walaupun demikian, telah diketahui bahwa sebuah tata letak yang baik perlu menetapkan beberapa hal berikut:

1. Peralatan penanganan bahan. Manajer harus memutuskan peralatan yang akan digunakan meliputi ban berjalan, cranes, juga kereta otomatis untuk mengirim dan menyimpan bahan.

2. Kapasitas dan persyaratan luas ruang. Desain tata letak dan penyediaan ruangan hanya dapat dilakukan saat persyaratan jumlah pekerja, mesin dan peralatan diketahui. Manajemen juga harus mempertimbangkan kelonggaran yang diisyaratkan sebagai keamanan yg mengatasi beberapa masalah.

3. Lingkungan hidup dan estetika. Pemikiran mengenai tata letak sering membutuhkan keputusan mengenai jendela, tanaman, dan tinggi partisi untuk memfasilitasi aliran udara, mengurangi kebisingan, menyediakan keleluasaan pribadi, dan sebagainya.

4. Aliran informasi. Komunikasi sangat penting bagi setiap perusahaan dan harus dapat difasilitasi oleh tata letak. Permasalahan ini mungkin membutuhkan keputusan tentang jarak, juga keputusan akankan dibuat kantor pada ruangan terbuka menggunakan pembatas setengah badan atau kantor yang memberi keleluasaan pribadi.

5. Biaya perpindahan antar wilayah kerja yang berbeda. Terdapat banyak pertimbangan unik yang berkaitan dengan pemindahan bahan atau kepentingan beberapa wilayah tertentu untuk didekatkan satu sama lain. Sebagai contoh, memindahkan leburan baja akan lebih sulit dibandingkan dengan memindahkan baja dalam keadaan dingin.

Tata letak dengan posisi tetap

Dalam tata letak dengan posisi tetap (fixed-position layout), proyek tetap berada dalam satu tempat, sementara para pekerja dan peralatan datang pada tempat tersebut. Contoh tipe proyek seperti ini adalah proyek pembuatan kapal, jalan laying, jembatan, rumah, dan sumur minyak bumi.

Teknik untuk mengatasi tata letak dengan posisi tetap tidak dikembangkan dengan baik dan kerumitannya bertambah karena ada tiga faktor. Faktor yang pertama adalah, terdapat terdapat tempat yang terbatas pada semua lokasi produksi. Yang kedua, setiap tahapan yang berbeda pada proses konstruksi, membutuhkan bahan yang berbeda;oleh karena itu banyak hal yang menjadi penting sejalan dengan perkembangan proyek. Yang ketiga, volume bahan yang dibutuhkan dinamis. Sebagai contoh, tingkat penggunaan panel baja untuk galangan kapal berubah sejalan dengan perkembangan proyek.

Karena permasalahan pada tata letak dengan posisi tetap ini sulit dipecahkan pada lokasi, strategi alternative yang ada adalah untuk melengkapi proyek sedapat mungkin di luar lokasi.

Tata letak yang berorientasi pada proses

Tata letak yang berorientasi pada proses (process-oriented layout) dapat menangani beragam barang atau jasa secara bersamaan. Ini merupakan cara tradisional untuk mendukung sebuah strategi diferensiasi produk. Tata letak ini paling efisien di saat produk yang memiliki persyaratan berbeda, atau di saat penanganan pelanggan, pasien atau klien dengan kebutuhan yang berbeda. Tata letak yang berorientasi pada proses biasanya memiliki strategi volume rendah dengan variasi tinggi.

Satu kelebihan utama dari tata letak ini adalah adanya fleksibilitas peralatan dan penugasan tenaga kerja. Sebagai contoh, jika terjadi kerusakan pada satu mesin, proses produksi secara keseluruhan tidak perlu berhenti; pekerjaan dapat dialihkan pada mesin lain dalam departemen yang sama. Tata letak ini juga sangat baik untuk menangani produksi komponen dalam batch yang kecil, atau disebut job lot, dan untuk memproduksi beragam komponen dalam ukuran dan bentuk yang berbeda.

Kelemahan tata letak ini terletak pada peralatan yang biasanya memiliki kegunaan umum. Pesanan akan menghabiskan waktu lebih lama untuk berpindah dalam sistem karena penjadwalan yang sulit, penyetelan mesin yang berubah, dan penanganan bahan yang unik. Sebagai tambahan, peralatan yang memiliki kegunaan umum, membutuhkan tenaga kerja yang terampil, dan persediaan barang setengah jadi menjadi lebih tinggi karena adanya pelatihan dan pengalaman yang dibutuhkan, dan jumlah barang setengah jadi yang tinggi membutuhkan modal yang lebih banyak.

Dalam mendesain sebuah tata letak yang berorientasi pada proses, takti yang paling lazim digunakan untuk menyusun departemen atau stasiun kerja adalah untuk meminimalkan biaya penanganan bahan. Dengan kata lain, departemen yang memiliki aliran komponen atau orang yang banyak di antara mereka harus didekatkan satu sama lain. Dalam pendekatan ini, biaya penanganan bahan bergantung kepada (1) jumlah muatan (atau orang) yang harus dipindahkan di antara dua departemen selama beberapa waktu dan (2) biaya memindahkan muatan (atau orang) yang berkaitan dengan jarak antar-departemen.

Craft. Adalah sebuah program (software) computer yang secara sistematis menguji alternative pengaturan antar-departemen untuk mengurangi biaya penanganan bahan total.



Tata letak kantor

Perbedaan utama antara tata letak kantor (office layout) dan pabrik adalah pada kepentingan informasi. Walaupun demikian, pada beberapa lingkungan kantor, sebagaimana pada manufaktur, produksi sangat bergantung kepada aliran bahan.

Walaupun pergerakan informasi sekarang meningkat menjadi elektronik, analisis tata letak kantor masih memerlukan pendekatan yang berdasarkan tugas. Oleh karena itu, para manajer kantor menguji pola komunikasi baik secara elektronik maupun tradisional, kebutuhan pemisahan, dan kondisi-kondisi lain yang mempengaruhi efektivitas karyawan. Alat yang berguna untuk analisis tersebut adalah diagram hubungan (relationship chart) yang ditunjukan dalam gambar 9.9. diagram ini, menyiapkan sebuah kantor untuk insinyur software, yang menyatakan bahwa direktur teknologi harus (1) dekat dengan wilayah para insinyur, (2) kurang dekat dengan sekretaris dan pusat data, dan (3) tidak perlu dekat dengan ruang fotokopi dan gudang.

Di sisi lain, terdapat beberapa pertimbangan tata letak yang bersifat umum (beberapa dapat diterapkan pada pabrik dan kantor). Pertimbangan ini berkaitan dengan kondisi kerja, kerja sama tim, otoritas, dan status. Haruskah semua atau hanya sebagian wilayah kerja yang diberi AC? Haruskan semua karyawan menggunakan pintu masuk yang sama, toilet, lemari, dan kantin? Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, keputusan tata letak merupakan perpaduan antara seni dan ilmu. Hanya sebagian yang berupa ilmu – yang berkaitan dengan aliran bahan dan informasi – yang dapat dianalisi dengan cara yang sama sebagaimana aliran barang dalam tata letak proses.

Sebagai komentar terakhir pada tata letak kantor, harus diperhatikan bahwa terdapat dua kecenderungan utama. Yang pertama, teknologi, seperti telepon genggam, pager, fax, internet, kantor di rumah, computer jinjing (laptop), dan PDA, menyebabkan tata letak semakin fleksibel dengan memindahkan informasi secara elektronis. Yang kedua, perusahaan virtual menciptakan kebutuhan dinamis akan ruang dan jasa. Kedua perubahan ini cenderung membutuhkan lebih sedikit karyawan untuk berada di kantor.

Tata letak ritel

Tata letak ritel (retail layout) didasarkan pad aide bahwa penjualan dan keuntungan bervariasi bergantung kepada produk yang dapat menarik perhatian pelanggan. Jadi, banyak manajer operasi ritel mencoba untuk memperlihatkan produk-produk kepada pelanggan sebanyak mungkin. Penelitian menunjukan bahwa semakin besar produk dapat dilihat oleh pelanggan, maka penjualan akan semakin tinggi, dan tingkat pengembalian investasi juga semakin tinggi. Manajer operasi dapat mengubah keduanya, baik dengan pengaturan toko keseluruhan maupun alokasi tempat bagi beragam produk dalam pengaturan toko tersebut.

Lima ide yang sangat berguna dalam menentukan pengaturan toko secara keseluruhan:

1. tempatkan barang-barang yang sering dibeli oleh pelanggan di sekitar batas luar toko. Itulah sebabnya mengapa sering ditemukan produk yang berbahan dasar susu pada satu bagian supermarket bersebelahan dengan produk roti dan kue-kue.

2. gunakan lokasi yang strategis untuk barang-barang yang menarik dan memiliki nilai keuntungan besar, seperti peralatan rumah tangga, kosmetik dan shampoo.

3. distribusikan yang dikenal oleh pedagang sebagai “produk yang kuat” – yaitu barang-barang yang menjadi alasan utama pengunjung berbelanja – pada kedua sisi lorong, dan letakkan mereka tersebar untuk menjadikan pengunjung melihat lebih banyak barang yang lain.

4. gunakan lokasi di ujung lorong karena mereka memiliki tingkat eksposur yang tinggi.

5. sampaikan misi toko dengan memilih posisi bagian yang akan menjadi perhentian pertama bagi pelanggan.

Setelah tata letak ritel telah diputuskan, produk-produk harus diatur untuk dijual. Banyak pertimbangan dalam pengaturan ini. Walaupun demikian, tujuan utama tata letak ritel adalah untuk memaksimalkan keuntungan luas lantai per kaki persegi (atau, pada beberapa toko, pada panjang rak). Barang-barang yang berharga mahal mungkin dapat menghasilkan penjualan yang lebih besar, tetapi keuntungan per kaki persegi mungkin saja lebih rendah.



Tata letak gudang dan penyimpanan

Tujuan tata letak gudang (warehouse layout) adalah untuk menemukan titik optimal di antara biaya penanganan bahan dan biaya-biaya yang berkaitan dengan luas ruang dalam gudang. Sebagai konsekuensinya, tugas manajemen adalah memaksimalkan penggunaan setiap kotak dalam gudang – yaitu memanfaatkan volume penuhnya sambil mempertahankan biaya penanganan bahan yang rendah. Biaya penanganan bahan adalah biaya-biaya yang berkaitan dengna transportasi barang masuk, penyimpanan, dan transportasi bahan keluar untuk dimasukan dalam gudang. Biaya-biaya in imeliputi peralatan, orang, bahan, biaya pengawasa, asuransi, dan penyusunan. Tata letak gudang yang efektif juga menimimalkan kerusakan bahan dalam gudang.

Cross-docking. Cross-docking berarti menghindari penempatan bahan atau barang-barang dalam gudang dengan langsung memproses mereka saat diterima. Dalam sebuah fasilitas manufaktur, produk diterima langsung pada lini perakitan. Pada sebuah pusat distribusi, muatan yang telah diberi label dan disusun sebelumnya tiba pada dock pengiriman untuk dirute ulang, sehingga menghindari aktivitaspenerimaan secara formal, penghitungan stock/penyimpanan dan pemilihan pesanan. Karena aktivitas-aktivitas ini tidak menambahkan nilai pada produk, maka penghilangannya merupakan penghematan biaya sebesar 100%.

Customizing. Walaupun gudang diharapkan dapat menyimpan produk sekecil mungkin dan menyimpannya dalam waktu sesingkat mungkin, sekarang permintaan yang ada adalah bagaimana gudang dapat melakukan customize produk. Gudang dapat menjadi tempat di mana nilai ditambahkan melalui customizing. Kuntomisasi gudang biasanya merupakan cara yang berguna untuk menghasilkan keunggulan bersaing dalam pasar di mana terdapat perubahan produk yang sangat cepat. Sebagai contoh, gudang bisa menjadi tempat di mana komponen computer dipasang, software dimuat, dan perbaikan dilakukan. Gudang juga dapat menyediakan label dan pengepakan yang customized untuk pedagang eceran sehingga barang yang datang dapat langsung dipajang.

Saat ini semakin banyak gudang ditempatkan bersebelahan dengan bandara utama, dalam fasilitas seperti yang dimiliki oleh terminal Express di Memphis. Penambahan nilai pada gudang yang bersebelahan dengan bandara utama memungkinkan pengiriman satu malam.



Tata letak proses produksi berulang dan berorientasi pada produk

Tata letak yang berorientasi pada produk disusun di sekeliling produk atau keluarga produk yang sama yang memiliki volume tinggi dan bervariasi rendah. Produksi yang berulang dan kontinu, menggunakan tata letak produk. Asumsi yang digunakan adalah:

1. volume yang ada mencukupi untuk utilisasi peralatan yang tinggi.

2. permintaan produk cukup stabil untuk memberikan kepastian akan penanaman modal yang besar untuk peralatan khusus.

3. produk distandarisasi atau mendekati sebuah fase dalam siklus hidupnya, yang memberikan penilaian adanya penanaman modal pada peralatan khusus.

4. pasokan bahan baku dan komponen mencukupi dan mempunyai kualitas yang seragam (cukup terstandarisasi) untuk memastikan bahwa mereka dapat dikerjakan dengan peralatan khusus tersebut.

Terdapat dua jenis tata letak yang berorientasi pada produk, yaitu lini pabrikasi dan perakitan. Lini pabrikasi (fabrication line) membuat komponen seperti ban modil dan komponen logam sebuah kulkas pada beberapa mesin. Lini perakitan (assembly line) meletakan komponen yang dipabrikasi secara bersamaan pada sekumpulan stasiun kerja. Kedua lini in imerupakan proses yang berulang, dan dalam kedua kasus, lini ini harus “seimbang”, yaitu waktu yangdihabiskan untuk mengerjakan suatu pekerjaan barus sama atau seimbang dengan waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan pekerjaan pada mesin berikutnya pada lini pabrikasi, sebagaimana waktu yang dihabiskan pada satu stasiun kerja oleh seoarang pekerja di lini perakitan harus “seimbang” dengan waktu yang dihabiskan pada stasiun kerja berikutnya yang dikerjakan oleh pekerja berikutnya.

Tujuan utama tata letak yang berorientasi pada produk adalah:

1. Rendahnya biaya variabel per unit yang biasanya dikaitkan dengan produk yang terstandarisasi dan bervolume tinggi.

2. Biaya penanganan bahan yang rendah

3. Mengurangi persediaan barang setengah jadi

4. Proses pelatihan dan pengawasan yang lebih mudah

5. Hasil keluaran produksi yang lebih cepat.